Pemulung Banjarnegara Diberi Bimbingan dan Pengarahan PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 30 Agustus 2010 12:52

BANJARNEGARA.Sebanyak 20 pemulung yang beroperasi di kota Banjarnegara, selama 30 hari diberikan berbagai pengarahan  dan bimbingan. Pemberian pengarahan dan bimbingan tersebut telah diberikan sejak tanggal 1 Agustus lalu dan berakhir hari ini  Senin (30/8) di Aula PKBM Karangtengah Banjarnegara.

Ketua  Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yakup SPd mengatakan Pengarahan dan bimbingan tersebut berupa budidaya limbah plastik yaitu prosesing sampah plastik dari barang yang kurang bermanfaat menjadi barang yang berguna.

Selain itu mereka juga di bekali dengan siraman rohani, Bimbingan kesehatan dari Dinas Kesehatan serta ,bimbingan kewirausahaan yang dipandu olek Ketua PKBM.

“Pemulung juga perlu mendapat bimbingan kesehatan, sehingga mereka bisa mengantisipasi efek yang ditimbulkan karena seringnya bergaul dengan sampah, selain itu mereka juga diberi pengetahuan tentang manfaat JPKM setelah tidak beredarnya kartu miskin untuk keringanan biaya pengobatan,” kata Yakup.

Kartu Anggota pemulung

Pada kesempatan tersebut juga di paparkan rencana penggunaan kartu bagi pemulung sehingga mereka bisa lebih leluasa dalam mencari nafkah dari memulung.

“Sering kita lihat di beberapa tempat ada tulisan pemulung dilarang masuk,  secara tidak langsung akan mengurangi penghasilan dari para pemulung padahal tidak semua pemulung melakukan tindakan negatife seperti pencurian atau tindakan yang merugikan orang lain,” Tambah Yakup.

Untuk itu menurut rencana usai lebaran nanti kartu anggota pemulung tersebut akan diterbitkan. Kartu tanda pengenal pemulung tersebut akan dibekali dengan surat rekomendasi dari kepolisian sektor dan surat dari PKBM.

“Bila terjadi sesuatu yang merugikan,  masyarakat bisa mengadu ke polsek atau PKBM sehingga masyarakat tidak perlu lhawatir dengan kehadiran pemulung,” tambah yakup

Pada kesempatan yang sama perwaklan dari babinkantibmas Polsek Banjarnegara  Widjatmoko mengatakan akan terus memberikan bimbingan hukum kepada para pemulung sehingga mereka selalu berada di jalur yang benar saat memulung dan tidak sampai mencuri atau merusak barang yang merugikan masyarakat.

“Kami berikan materi tentang aturan hukum sehingga mereka akan bekerja sesuai dengan aturan, dan tidak melanggar hukum,” katanya.

Sunarko salah satu pemulung yang mengikuti bimbingan tersebut merasa lega dengan akan diterbitkannya kartu anggota bagi pemulung, sebab dengan kartu tersebut ia berharap tidak ada lagi batasan bagi mereka untuk mencari nafkah.

“Beberapa kali kami di curigai bahkan dituduh mengambil barang, karung yang kami bawapun kadang diambil dan dibuka isinya dikira ada barang curiannya, saya sebenarnya sangat sakit hati namun kepada siapa kami harus mengadu, kami hanya masyarakat kecil yang mencari nafkah dari tumpukan sampah” katanya.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 30 Agustus 2010 13:10
 
You are here