Peringati HUT ke 115, BRI Tanam 7.525 Bibit Pohon PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 05 Januari 2011 04:53

BANJARNEGARA-Sebanyak  7.525 batang pohon yang terdiri dari bibit albasia 3500 pohon, Jabon 3000 pohon, bibit kopi 1000 pohon dan glodogan pecut sebanyak 25 pohon di berikan kepada petani di Desa Sidarata Kecamatan Punggelan. Bibit tersebut merupakan bantuan dari  Bank Rakyat Indonesia  (BRI) dalam rangka HUT BRI ke 115 dan gerakan menanam 1 milliar pohon tahun 20011.

Bibit tersebut secara simbolis diberikan Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Banjarnegara  Hari Setiawan kepada Wakil Bupati Banjarnegara Drs. Soehardjo MM yang selanjutnya diserahkan kepada sekretaris Desa Sidarata , Sangkun.

Hari Setiawan dalam laporannya mengatakan kegiatan penanaman  satu milliar pohon merupakan rangkaian kegiatan dari HUT BRI ke 115 yang dicanangkan oleh kantor pusat BRI di Jakarta dan dilaksanakan secara serentak  oleh seluruh kantor BRI di Indonesia.

”Kami hanya bisa memberi selanjutnya kami berharap agar bantuan bibit tersebut dirawat dan bisa  bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hari.

Lebih lanjut Hari juga meminta dari kegiatan gerakan penanaman ini diharapkan perlindungan sumber daya alam terjaga serta dapat mencegah terjadinya erosi tanah akibat lahan gundul.

Wabup Soehardjo pada kesempatan tersebut  mengatakan lahan kritis di yang harus di hijaukan di Banjarnegara sampai 2011 masih cukup luas yaitu mencapai 39.427,13 ha. Sehingga bantuan bibit pohon dari BRI sangat membantu dalam program penghijauan dan penaggulangan lahan kritis.

Lebih lanjut  Soehardjo mengatakan gerakan menanam 1 milliar pohon sejalan dengan kebijakan pembangunan kehutanan di Banjarnegara secara umum  yaitu hutan, baik hutan negara maupun hutan rakyat merupakan sumber daya alam yang  perlu dijaga kelestariannya agar mampu memenuhi fungsi ekonomi,  fungsi sosial dan fungsi pelestarian lingkungan.

Namun dalam pelaksanaannya fungsi kelestarian lingkungan terabaikan akibatnya terjadi ketidakadilan inter generasi dan antar generasi sehingga memicu munculnya konflik sosial seperti penebangan liar  (illegal loging) maupun penjarahan hutan.

“Ilegal loging dan penjarahan hutan terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan fungsi hutan serta lemahnya pengawasan dan pengendalian sumber daya hutan. Selain itu peran kelembagaan masyarakat desa dalam pelestarian sumber daya alam juga belum optimal,” kata Soehardjo.

Soehardjo menambahkan untuk menjawab tantangan pembangunan kehutanan di Banjarnegara adalah melalui kegiatan gerakan menananam.

“Banjarnegara sendiri telah melampuai target dalam mendukung mendukung gerakan menanam 1 milliar pohon , dari 4 juta pohon yang ditargetkan sejak awal tahun 2010 sampai saat ini telah tertanam 4.397.706 batang.***

 

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 05 Januari 2011 04:59
 
You are here