PSSI Banjarnegara Fokus Pada Pembinaan Usia Dini PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 4
JelekBagus 
Ditulis oleh Admin2   
Selasa, 31 Januari 2012 00:54

BANJARNEGARA- Usai terpilih sebagai ketua umum PSSI Cabang Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo akan menfokuskan pada pembinaan usia dini. Pembinaan pada usia dini dinilai tepat dan sesuai dengan kondisi sepak bola Banjarnegara dengan segala permasalahnya.
“Pembinaan usia akan di mulai dari klub-klub anggota PSSI Cabang Banjarnegara, sehingga klub diminta mempunyai pemain usia dini mulai dari usia 6 hingga 15 tahun. Klub-klub nantinya akan mendapatkan program pelatihan dari pelatih PSSI Cabang Banjarnegara yang sudah bersertifikat sehingga ada keseragaman kurikulum dalam program latihan,” kata Sutedjo.
Melihat perkembangan dan prestasi sepak bola nasional saat ini mulai kelihatan lagi di peta sepak bola Asia dan Dunia dengan munculnya pemain muda berbakat dari berbagai daerah. Hal tersebut menandakan pembinaan usia dini di beberapa daerah mulai berjalan dengan baik dan PSSI Banjarnegara dalam 3 tahun terakhir juga lebih fokus kepada pembinaan usia dini.
“Pembinaan pada usia dini sangat realistis untuk sepak bola di Banjarnegara mengingat masih banyak hal yang mesti di benahi sebelum melangkah ke program yang lebih spesifik,” lanjut Sutedjo.
Sejak mengemban amanah sebagai Ketua Umum Persibara tahun 2001 hingga 2007 Sutedjo mengaku mempunyai banyak kendala yang menghambat perkembangan sepak bola Banjarnegara. Kendala tersebut antara lain masalah sarana dan prasarana serta alokasi dana yang saat itu masih sangat minim dibanding dengan daerah lain yang mempunyai perkembangan sepak bola lebih maju. Kendala tersebut menjadikan  program yang disusun belum sesuai dengan harapan.
“Meski terkendala berbagai permasalahan namun berkat kerjasama semua pengurus roda organisasi pelan tapi pasti mampu menciptakan prestasi sepak bola di Banjarnegara,” kata Sutedjo
Prestasi sepak bola Banjarnegara sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2001 ketika mempersembahkan medali perak pada pekan olah raga daerah Jateng. Saat itu persibara mampu mengalahkan Persijap Jepara yang saat itu baru saja menjuarai piala Suratin nasional.
Prestasi sepak bola Banjarnegara menular ditingkat Junior dimana setiap tahun mampu masuk ke 6 besar Jawa Tengah dan puncaknya terjadi saat Banjarnegara menjadi juara  Jawa Tengah  di tingkat Yunior pada tahun 2008 di Kabupaten Kendal.
“Eksistensi pemain muda binaan klub PSSI Banjarnegara berlanjut saat menjadi perbincangan nasional saat mengikuti putaran final piala Suratin di Solo, walaupun tidak lolos ke babak 16 besar Nasional, namun sebenarnya Persibara sudah masuk dalam peta kekuatan sepak bola di Jawa Tengah.
Secara individu pemain-pemain Banjarnegara 2 – 3 tahun juga banyak memperkuat tim-tim pada level Divisi I dan Divisi Utama. Peran mereka membuktikan bahwa pembinaan sepak bola di Banjarnegara bisa bersaing dengan pemain lain di Indonesia.
“Banjarnegara memberikan kontribusi pada Jateng melalui Saptono yang tergabung dalam tim Pra Pon Jateng,  beberapa pemain seperti Rizki dan Yoga juga memperkuat tim divisi satu di Jawa tengah. Di level senior atau Divisi III Persibara masuk putaran nasional di Nganjuk jawa Timur meski pada babak play off dikalahkan Persip Pekalongan di stadion Banjarnegara.

Futsal dan Sepak Bola Wanita
Sebagai salah satu cabang di bawah naungan PSSI Banjarnegara, Futsal kini mulai merebak, terbukti dengan munculnya atlit-atlit futsal. Terakhir  Tim Futsal Banjarnegara mampu meraih medali perunggu pada Pekan Olah Raga se Karesidenan Kedu, Pekalongan dan Banyumas serta masuk enam besar Porprov Jateng 2009.
“Kami  berikan apresiasi kepada Surya Yudha Sport Center, Lancar langgeng serta Khansa group, semoga kedepan makin banyak pihak-pihak swasta yang peduli terhadap perkembangan futsal di Banjarnegara ,” kata Sutedjo.
Selain Futsal minat wanita pada olah raga sepakbola juga semakin meningkat. Minat wanita pada sepak bola menjadi PR bagi pengurus baru untuk mengembangkan sepak bola wanita di Banjarnegara.
Melalui Muscab Sutedjo berharap dapat menghasilkan program yang bagus guna mendukung visi dan misi Bupati serta mampu menciptakan ikon olah raga di Banjarnegara sebagai sentra pencetak pemain berprestasi di kancah sepak bola nasional.(**anhar)

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 31 Januari 2012 01:12
 
You are here