SMPN 2 Banjarnegara, Perkuat Citra Sekolah Konservasi PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 7
JelekBagus 
Ditulis oleh Admin2   
Selasa, 16 April 2013 02:14

(BANJARNEGARA) - Vitex pubescens adalah nama latin dari pohon pelindung yang dalam khasanah flora Indonesia dikenal sebagai pohon Laban. Senin pagi (15/04), jenis pohon yang sekarang ini sangat jarang dijumpai tersebut secara simbolis ditanam oleh Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., di pinggir lapangan atas SMP Negeri 2 Banjarnegara. Kegiatan ini secara simbolis kemudian diikuti oleh Kepala Sekolah Doko Harwanto, S. Pd., SE, MM yang menanam pohon Annona Reticula (Mulwo), Komite Sekolah menanam Cinnaomem verum (Manis Jangan), jajaran guru Riyadi Ani Purwani, S. Pd., menanam pohon Manikara kauki Dub (Sawo Kecik), dan seterusnya. Selain di pinggir lapangan, penanaman pohon di lakukan area lain di sekolah.

Menurut Kepala Sekolah Doko Harwanto, S. Pd., SE, MM, maksud diselenggarakannya kegiatan penanaman pohon kali ini menandai kegiatan penguatan Sekolah SMP Negeri 2 sebagai sekolah konservasi. Seperti diketahui, lanjutnya, SMP N 2 Banjarnegara mempunyai mooto Sekolah Konservasi dan sekaligus merupakan sekolah peraih kejuaraan Green School tingkat Jawa Tengah pada tahun 2012.

“Koleksi tanaman penghijauan yang dimiliki SMP N 2 Banjarnegara sekarang ini berjumlah 115 tanaman penghijauan yang ditanam diantara areal sekolah seluas 7.000 m2.  Sebanyak 48 tanaman penghijauan diantaranya merupakan jenis yang saat ini jarang ditemukan” katanya.

Selain berfungsi sebagai tanaman penghijauan, lanjutnya, penanaman tanaman penghijauan sekaligus sebagai wahana laboratorium alam pelajaran biologi. Hal ini dikarenakan semua tanaman penghijauan yang ditanam diberi nama Indonesia atau Jawa yang disertai nama latinnya.

“Untuk memperkuat keterlibatan siswa dalam sekolah konservasi, kami menerapkan program yang dikenal dengan satu orang satu tanaman. Jadi pihak sekolah mewajibkan setiap siswanya untuk membawa satu tanaman ke sekolah dan Ia diberi tanggung jawab untuk merawatnya. Tanaman itu wajib diberi nama Indonesia/Jawa disertai dengan nama latinnya.  Tempat untuk memberi nama diharuskan juga dengan memanfaatkan barang tidak terpakai dan seterusnya” katanya.

Guru Biologi selaku pembimbing kegiatan konservasi sekolah, Haryono, S. Pd., menambahkan bahwa pohon langka seperti Laban, Sawo Kecik, dan seterusnya merupakan jenis pohon pelindung yang memiliki buah-buah kecil-kecil. Buahnya tida enak dikonsumsi oleh manusia, namun sangat disukai oleh satwa jenis burung-burung.

“Harapan kami, semua pohon penghijauan tersebut dapat tumbuh dengan baik sebagai pohon pelindung, namun pohon tersebut dapat mengundang burung-burung untuk datang. Sehingga kelak, sekolah kami nuansa alamnya akan sangat terasa, karena kaya akan flora juga fauna” katanya.

Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., sangat mendukung sekali upaya penguatan sekolah konservasi yang dilakukan oleh SMPN 2 Banjarnegara. Menurutnya peluang tersebut sangat mungkin dilakukan oleh SMPN 2 Banjarnegara dibandingkan sekolah-sekolah lain karena pertama, sekolah memiliki areal yang luas. Kedua, jenis tanaman yang ditanam di lingkungan sekolah juga cukup lengkap. Sekolah memiliki koleksi tanaman cukup lengkap, dari tanaman keras seperti perdu-perduan sampai bunga kenanga, dan pandan juga punya. Dan ketiga, tradisi warga sekolah untuk melestarikan tanaman langka sudah berlangsung lama.

“Semangat menanam untuk melestarikan dari warga sekolah sangat menonjol. Kalau semua sekolah melakukan hal seperti yang ditempuh oleh SMPN 2 akan terwujud sekolah sehat yang kita harapkan. Karena sesungguhnya, sekolah sehat itu bermula dari lingkungan yang sehat terlebih dahulu. Warga sekolah dibiasakan untuk menghirup udara segar yang diperoleh dari lingkungan hijau. Lingkungan sehat, oksigen sehat, tidak ada rokok di lingkungan sekolah, dan perilaku sehat lainnya. Tidak bisa sekolah sehat dibuat secara instans hanya cukup dengan membiasakan makan pagi saja” katanya. (**--eko br)

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 16 April 2013 02:19
 

Kuliner Khas Banjarnegara

leye soto  Kacang Jenang purwaceng dawet ayu
You are here