Delapan Tahun Menuai Segudang Prestasi PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 3
JelekBagus 
Ditulis oleh Admin2   
Sabtu, 04 Februari 2012 00:52

(BANJARNEGARA) - Usia delapan tahun bagi suatu sekolah merupakan usia yang masih sangat muda. Analog dengan usia manusia, apa sih yang dapat diperbuat dalam usia delapan tahun. Namun pameo tersebut agaknya menemui fakta yang berbeda tatkala kita menengok SMKN 2 Bawang yang pada Kamis (02/02) merayakan delapan tahun usianya.

Dalam masa satu windu, sekolah jelmaan Sekolah Teknik Bawang yang memiliki 1.034 siswa  putra maupun putri yang tersebar di jurusan Teknik Audio  Video (TAV), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) ini patut berbangga karena segudang prestasi yang diraih oleh siswa-siswanya. Apalagi levelnya tidak hanya Kabupaten, tapi sudah nasional, bahkan Internasional.

Salah satu siswa SMKN 2 Bawang, Yudi Restu Adi, berhasil meraih Juara II Tingkat Nasional Lomba LKS Networking. Laju prestasi ini terus berlanjut karena keberhasilannya menjadi juara III seleksi ASEAN Skill Contest, sehingga membuatnya berhak mewakili Indonesia untuk lomba yang sama di tingkat ASEAN pada bulan Februari ini, serta pada Kejuaran Internasional di Jerman.

Menurut Kepala Sekolah, Drs. Mungalim, MM, selain Yudi, untuk Lomba Skill Contest ini, prestasi juga diraih oleh Aji Prasetyo W. yang juga keluar sebagai Juara II tingkat nasional.

Sedangkan untuk lomba tingkat provinsi, sambungnya, sejumlah prestasi juga berhasil diraih siswa-siswanya. Juara I Lomba Skill Contest Tingkat Propinsi atas nama Yunus Alfaik dan Juara I tingkat Propinsi Lomba Poster atas nama Hanafi Slamet dan Sabto Purnomo. “Untuk lomba poster ini, siswa mendapat hadiah lumayan besar yaitu sepuluh juta rupiah” ujarnya.

Selain prestasi di atas, masih ada lagi prestasi di lomba poster atas nama Teguh Adi P., yang keluar sebagai juara III Lomba Poster BKKBN.

Di bidang Pencak Silat dimana Banjarnegara dikenal sebagai gudangnya pesilat tangguh, SMKN 2 Bawang memberi kontribusi melalui tiga orang siswanya yaitu Maulana Chandra S sebagai Juara I Propinsi, Johan Adi Saputra dan Hanggi Prima sebagai Juara III Popda Tingkat Propinsi untuk kelasnya masing-masing. “Prestasi lain di Cabang Olah Raga diraih oleh regu Volly Ball Putra sebagai Juara III Tingkat Propinsi” katanya.

Khusus untuk tingkat Kabupaten, dengan sedikit diplomatis Mungalim mengatakan masih banyak prestasi yang diraih namun terlalu panjang untuk disampaikan. Di sisi lain, sekolah yang selama tiga tahun berturut-turut meluluskan 100 % siswanya dan meraih peringkat pertama di tingkat Kabupaten ini, juga mencatatkan sebagai satu-satunya sekolah setingkat SMA di Banjarnegara berhasil meloloskan dua siswanya pada tahun 2010 dan satu orang pada tahun 2011 lulus tes bergengsi masuk ke Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN).

Namun demikian, 90 % lulusannya orientasinya masih dunia kerja. Dari prosentase tersebut, banyak dari mereka yang diterima di perusahaan-perusahaan nasional seperti PAMA, BUMA, RIUNG, AHM, Astra Group, dan lain-lain. Bahkan dari sejumlah perusahaan besar tersebut seleksinya langsung dilaksanakan di sekolah. Tidak saja kepada mereka yang telah lulus, termasuk kepada mereka yang duduk di kelas XII. “Ini membuktikan bahwa lulusan SMKN 2 Bawang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang berada di kota besar” pungkasnya.

Peringatan Satu Windu

Sebagai tanda satu windunya, SMKN 2 merayakannya dengan cukup meriah. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah kegiatan yang diselenggarakan untuk mendukung acara tersebut. Ada tujuh macam lomba yang melibatkan guru, karyawan, dan siswa, serta lomba Mading antar SLTP se Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan lain berupa pembuatan SIM Massal, Pentas Seni, dan kegiatan social berupa donor darah yang diikuti oleh siswa, guru dan karyawan. Dan sebagai puncak kegiatan adalah peresmian Teaching Factory yang ditandai pengguntingan pita oleh Wabup Drs. Hadi Supeno, M. Si.

Pada kesempatan sambutanya, Hadi menyatakan beragam prestasi yang diraih SMKN 2 tidak saja menjadi kebanggaan sekolah, namun juga menjadi kebanggaan masyarakat Banjarnegara, Jawa Tengah dan Indonesia. Ia mengharapkan prestasi ini untuk dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Di lain sisi, sekolah kejuruan seperti halnya SMKN 2 telah memberi jalan bagi sebagian anak-anak muda Banjarnegara yang ingin masuk dunia kerja.  SMK memberi bekal ilmu dan keterampilan yang mendukung bagi mereka yang ingin masuk dunia kerja. Kesempatan ini makin terbuka dengan adanya jaringan yang dimiliki sekolah dengan perusahaan-perusahaan besar. “Ibarat kata adalah mereka yang bersekolah di SMKN 2 Bawang sudah berada di jalan yang benar” ujarnya.

Di dalam hal ini, lanjutnya, Pemkab juga telah memilih prioritas untuk lebih mengembangkan pendidikan SMK dibanding sekolah-sekolah umum. “Peluang untuk mendirikan sekolah umum telah ditutup, sebaliknya Pemkab memberi peluang bagi berdirinya SMK-SMK” ujarnya.

Terhadap Teaching Factory yang merupakan upaya kerjasama sekolah dengan industri perakitan computer, Hadi berharap untuk dikerjakan dengan lebih serius lagi dengan mengembangkan peluang yang ada. Hal ini untuk menjawab keresahan guru yang ingin memunculkan kreasi anak didiknya yang makin menggeliat setelah kemunculan mobil Kiat esemka rakitan anak-anak SMK Solo. “Perakitan computer merupakan bagian dari industri kreatif, karena itu cobalah untuk mencari peluang mengembangkannya dengan mengajukan proposal ke Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif” katanya.

Pada tinjauannya ke lokasi Teaching Factory, Hadi langsung mencoba salah satu unit PC Computer. Usai mencoba, sebagai wujud apresiasi, pembelaan dan bantuan terhadap upaya kreatif guru dan siswa SMKN 2 Bawang, Hadi membeli satu unit PC Computer yang dirakit siswa-siswa yang tergabung dalam Teaching Factory. “Bila secara kualitas, persyaratan, registrasi, dan harga betul-betul teruji secara professional, saya akan merekomendasikan kepada Pemkab dalam hal pengadaan Barang dan Jasa computer untuk lebih memilih produk-produk SMK N 2 Bawang” katanya.

Selain meninjau Teaching Factory, Hadi juga mengunjungi ruang praktek Kelompok Keahlian Teknik Sepeda Motor. Sebagian motor yang dipergunakan untuk praktek belajar siswa merupakan motor-motor keluaran baru sumbangan dari Astra Motor dan sejumlah pihak. Kunjugannya ke SMKN 2 diakhiri dengan goresan kehormatan di lukisan mural sekolah.

Sementara itu, Guru Pembimbing Teaching Factory, Fajar, S. Pd., mengungkapkan Teaching Factory memproduksi computer rakitan PC, Notebook, maupun netbook. Dengan spesifikasi dan kualitas yang sama dikelasnya dibandingkan dengan yang dijual di luaran, akunya, harga produksi Teaching Factory dijual dengan harga jauh lebih murah. “Kami beri jaminan garansi produk 1 tahun” katanya.

Sebagai contoh, notebook dengan merek SMK Mugen dan SMK Zyrek produksinya, untuk cover bisa colour maupun hitam, spesifikasi intel atom, DDR 2, dan Hardisk 180 Gb, tanpa OS., dijual dengan harga Rp 2 juta dan Rp 2,1 juta. Produk pesanan, baik PC maupun Notebook dijanjikannya selesai dalam dua hari. “Meski baru buka, kami sudah memperoleh pesanan 40 unit notebook dari sebuah sekolah dasar di Banjarnegara” katanya. (**--ebr)

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 04 Februari 2012 01:19
 
You are here