AKBP H. Muhammad Anwar, SH, Sik Berkomitmen Kuat Berantas Miras di Banjarnegara PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 
Ditulis oleh Admin2   
Selasa, 19 Maret 2013 03:53

Masyarakat terlanjur melabeli golf sebagai olah raganya orang kaya dan mahal. Namun, AKBP H. Muhammad Anwar Reksowidjojo, SH, Sik, Kapolres Banjarnegara, punya definisi lain tentang olah raga yang satu ini.

“Golf adalah olah raga pikiran. Karena seorang pegolf dituntut harus mampu mengendalikan emosinya di lapangan. Sekali pikiran kita tidak fokus, bisa dipastikan pukulan ke bola tidak bagus,” ujar laki-laki yang akrab disapa Anwar ini antusias.

Golf, lanjut Anwar, juga menuntut fisik yang kuat. “Bayangkan saja, lapangan rumput luas itu harus kita taklukan hole demi hole. Jika kondisi fisik kita tidak prima, akan menjadi kendala tersendiri,” imbuhnya.

HOBI BEROLAH RAGA

Anwar menyenangi golf sejak tahun 2006. Tak hanya Anwar, ketiga jagoan laki-lakinya pun turut menggemari olah raga ini. Bahkan, Axl, Rafael dan Abelio pun sering mengikuti turnamen-turnamen golf junior. “Untuk latihan, kami biasa memanfaatkan lapangan golf Mrica. Lapangan sembilan (9) hole yang dirancang orang Swedia tersebut sudah memiliki standar yang bagus. Fasilitasnya juga cukup memadai. Dan ada tantangan tersendiri untuk menaklukkan lapangan golf ini, karena hole dua (2) naik sekitar 60 derajat. Jadi benar-benar membutuhkan konsentrasi untuk mengatasinya,” kata Anwar.

Pemandangan dan alamnya yang hijau sejuk pun memikat Anwar untuk betah mengayunkan stik golf-nya. Pepohonan  rindang, panorama pegunungan dan kilau waduk Panglima Besar Jenderal Sudirman memang merupakan paket alam yang menambah daya tarik lapangan golf ini.

“Juni 2012 lalu, sebelum turnamen golf ‘Bupati Cup’ digelar, kami menggelar trial ‘Kapolres Cup’, dan Alhamdulillah acara ini sukses besar. Penghobi dan atlet golf dari berbagai daerah turut memeriahkan acara tersebut,” ujar Anwar.

Sebagai Kapolres Banjarnegara, ritme kegiatan Anwar terus menuntutnya untuk senantiasa sehat dan bugar. Untuk menjaga kebugaran fisik, penghobi olah raga air ini, rutin melakukan latihan fisik. Setahun terakhir, Anwar mengelola sebuah gymnasium di daerah Parakancanggah, Queen Fitness Centre.

“Awalnya hanya bertujuan menjaga kebugaran fisik dan menyediakan fasilitas olah fisik untuk segenap anggota, tapi komunitas mendaulat saya untuk berperan aktif mengembangkan serta memasyarakatkan olah tubuh ini. Alhasil, awal tahun 2013 ini, kami mengagendakan gelaran Body Contest,” imbuh Anwar sembari tersenyum.

ADEM DAN KAYA POTENSI

Laki-laki yang menjabat sebagai Kapolres Banjarnegara sejak tanggal 19 Oktober 2011 lalu ini, mendeskripsikan Banjarnegara sebagai kota yang adem dan kaya potensi, terutama potensi alam dan hasil budi dayanya.

“Saya paling seneng udara sejuk dan adem seperti di Banjarnegara ini. Sangat nyaman untuk ditinggali,” ujar Anwar. Anwar yang doyan menyantap buah-buahan segar, apalagi buah lokal seperti durian, mangga, manggis atau pisang, tambah betah tinggal di Banjarnegara. “Banjarnegara itu surganya buah-buah lokal unggulan, terutama durian,” imbuh Anwar.

Masyarakat Banjarnegara, lanjut Anwar, merupakan tipikal masyarakat yang sopan dan penurut, dalam artian mau diajak serta dibina untuk mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Kondisi masyarakat yang kondusif seperti inilah yang makin memacu Anwar untuk bekerja keras membantu serta mendukung tugas-tugas dan upaya Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

“Mungkin generasi mudanya yang harus diperbaiki dan diperhatikan lebih. Karena ada beberapa kasus peredaran ganja di sekolah-sekolah yang pelakunya adalah pelajar itu sendiri. Belum lagi beberapa kasus pergaulan bebas remaja, namun kasusnya tidak terlalu signifikan,” terang Anwar.

Untuk menyelesaikan kasus remaja dan pemuda, Anwar menawarkan pendekatan kekeluargaan dengan pembinaan. Solusi ini disarankan Anwar untuk kasus-kasus ringan dan yang dinilai masih bisa ditolerir. Remaja rentan dengan perubahan jaman dan penyerapan teknologi yang salah, ujar Anwar. Untuk itu tugas kita bersama untuk mengarahkan dan membina mereka agar berada pada jalur yang benar, lanjutnya.

HUMANIS NAMUN TEGAS

Perangai Anwar yang tegas namun terkesan humanis, membuat Anwar sangat disegani bawahannya. Sifat-sifat dasar tentara yang berani dan pantang menyerah, mungkin ia warisi dari sang Ayah yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut. Mulanya, Anwar bercita-cita menjadi seorang tentara, namun garis takdir menuntunnya menjadi seorang anggota POLRI yang cakap dan berwibawa.

Toh, meski hasil tes psikotes kala itu mengarahkan Anwar agar menjadi anggota POLRI bukannya anggota TNI seperti harapannya, ia tetap optimis mampu meraih yang terbaik dalam hidupnya. Dengan kesungguhan hati, laki-laki kelahiran Surabaya, tanggal 14 Desember 1971 ini mantap menapaki jenjang karir di kepolisian.

Tahun 1995, Anwar menjabat sebagai Kepala Urusan BINOPS Lantas di Polresta Bandung Timur, Polda Jawa Barat. Setahun kemudian, di tahun 1996, ia menduduki jabatan sebagai Kapolsek Kandang Haur, Polres Indramayu. Karirnya terus merangkak naik, berbagai posisi strategis pernah ia jabat. Sebelum ditarik ke Bareskrim POLRI pada akhir tahun 2007 lalu, Anwar sempat mencicipi berbagai jabatan di Pulau Bali selama tujuh tahun, termasuk menjabat sebagai Kapolsek Kuta Poltabes Denpasar pada tanggal 1 Maret 2002.

DUKUNGAN KELUARGA

Karir Anwar sebagai Kapolres Banjarnegara, Polda Jawa Tengah dimulai pada tanggal 19 Oktober 2011. Laki-laki yang lulus dari pendidikan kepolisian di AKABRI tahun 1993 ini, pun memboyong keluarganya ke Banjarnegara.

Sang istri, Jacklin Alkasid Van Empel, selalu memberikan dukungan penuh pada Anwar. “Keluarga merupakan elemen terpenting dalam kehidupan saya. Makanya saya sangat peduli pada nilai-nilai kekeluargaan dan pendidikan bagi kelima anak saya,” ujar Anwar.

Si sulung, Muhammad Axl Pega Reksowidjojo dan adiknya Muhammad Rafael Andilakta R, kini tengah beranjak remaja. Sebagai seorang ayah, Anwar berkomitmen untuk tetap memberikan perhatian, pengawasan dan kasih sayang penuh bagi anak-anaknya. Bersama sang istri, yang akrab disapa Jacklin Anwar, ia selalu menyempatkan waktu luang bercengkrama dengan anak-anak disela kesibukan.

Muhammad M. Abelio R, Muhammad Gilar Lazuardi J R dan si bungsu Queen beserta kedua kakak laki-lakinya selalu memompakan semangat dalam hidup Anwar. Mereka jugalah yang memotivasi Anwar untuk selalu disiplin, tegas dan bekerja keras dalam menunaikan tugasnya sebagai seorang aparat penegak hukum.

MARAKNYA HOME INDUSTRY MIRAS

Selain kasus kenakalan remaja, Banjarnegara juga menyajikan tantangan dengan banyaknya masyarakat yang membuka home industry minuman keras (miras) di beberapa titik. “Bekerja sama dengan Satpol PP, kami sering melakukan operasi gabungan untuk menyisir produsen miras langsung hingga ke tempat produksinya, yang seringkali tersamar di wilayah perumahan berbaur dengan masyarakat. Ini membuat kami prihatin,” ujar Anwar.

Anwar memegang berkomitmen untuk terus memberantas pembuatan, peredaran dan konsumsi miras dalam kadar apapun bahkan 0%. “Sayangnya, seringkali tidak menimbulkan efek jera yang permanen, karena pelaku hanya dijerat tindak pidana ringan. Padahal multiplier effect-nya bagi masyarakat sangat luas. Karena dapat menjadi pemicu kejahatan-kejahatan lain yang lebih serius,” imbuh Anwar prihatin.

“Terkait hal ini, saya memiliki angan-angan, kedepan pembuat miras juga bisa dijerat dengan pasal pidana yang lebih berat. Asumsinya, miras yang dijual oleh produsen di warung-warung kecil bisa jadi dikonsumsi oleh beberapa tukang mabuk. Yang karena hilangnya akal serta kesadaran akibat miras racikannya, lalu pemabuk atau sekelompok pemabuk tersebut melakukan pembunuhan atau pencurian. Harusnya kasus ini tidak hanya menjerat pelaku saja, tapi juga si produsen miras. Dalam pengertian, kasus ini adalah sebuah kesatuan integral yang saling mempengaruhi. Jika ini diterapkan, saya yakin akan lebih memberikan efek jera kepada semua pihak terkait,” terang Anwar.

DIENG DAN SERAYU

Selama bertugas di Banjarnegara, Anwar telah beberapa kali mengunjungi Dataran Tinggi Dieng, kawasan wisata kebanggaan masyarakat Banjarnegara. Bahkan, ia pernah melakukan patroli polmas dengan touring motor besar bersama keluarga besar Polres. Di Dieng, ia dan jajarannya menggelar panggung rakyat untuk menghibur masyarakat dan mendekatkan diri dengan mereka.

“Band andalan Polres Banjarnegara, Bharamuda, pun turut menghibur masyarakat dengan suguhan atraksi yang memikat. Yang unik, saat itu adalah puncak musim kemarau, namun ketika kami sedang bernyanyi bersama masyarakat sekitar, tiba-tiba hujan deras mengguyur selama kurang lebih satu jam dan membasahi bumi Dieng. Sebuah karunia alam yang membuat masyarakat Dieng tersenyum lebar, karena tanaman mereka yang mulai kerontang tersirami,” ujar Anwar.

Dieng dengan segala keindahan alam, peninggalan arkeologi dan mitos yang melingkupinya juga membuat Anwar terpesona. Kekayaan alam, budaya dan sejarahnya sungguh luar biasa, ujarnya. “Pemkab harus terus menerus mempromosikan Dieng dengan segala keindahannya. Jangan hanya di tingkat nasional,  saya yakin keunikan Dieng mampu menyedot wisatawan manca negara juga,” ujar Anwar optimis.

Banjarnegara dengan aneka ragam kesenian dan budaya lokalnya seperti ritual potong rambut gimbal, ritual tari ujungan, tari dawet ayu, hingga batik harus tetap dilestarikan. “Namun harus dikemas sedemikian rupa agar para pemuda dan generasi penerus kita tertarik. Satu hal yang saya pelajari ketika saya bertugas di pulau Bali adalah kesungguhan seluruh stake holder untuk melestarikan kebudayaan mereka. Para pelaku budaya mengajarkan keahliannya pada tataran terendah di sekolah-sekolah. Karang taruna benar-benar diberdayakan. Efeknya sungguh positif, selain melestarikan budaya adiluhung, hal ini juga menghindarkan generasi mudanya dari efek negatif perkembangan jaman dengan segala hiruk pikuknya,” ujar Anwar.

Kegiatan berkesenian, lanjut Anwar, dalam kebudayaan apapun membutuhkan wahana aktualisasi agar tetap lestari. “Saya sering mengamati kalau ada acara di pendopo Dipayudha Adigraha, kok perangkat gamelannya berdebu jarang dimanfaatkan. Saya pernah usul ke pak Bupati, gimana kalau dimanfaatkan untuk latihan gamelan para pemuda, beliau menjawab silahkan asal dirawat benar-benar,” imbuh Anwar.

Terkait hajat Pemkab Banjarnegara untuk menggelar Festival Serayu Banjarnegara, Agustus nanti, Kapolres dan segenap jajarannya mengaku siap mendukung kesuksesan acara tersebut. “Kalau melihat agenda acara yang telah disusun, sepertinya sudah mengakomodir semua keunggulan seni budaya Banjarnegara. Sekarang tinggal bagaimana mempromosikan festival ini agar gemanya terdengar hingga ke seluruh penjuru dunia,”  kata Anwar.

Anwar menilai, budaya yang dimiliki Banjarnegara tidak kalah unik dari budaya daerah lain. Permasalahannya ada pada bagaimana mengemas produk tersebut, agar layak dikonsumsi wisatawan dunia. “Manfaatkan kecanggihan teknologi internet untuk promosi, jangan hanya terbatas di media cetak dan elektronik saja,” saran Anwar.

Sebuah festival budaya, lanjut Anwar, merupakan ajang pemersatu bagi masyarakat kita yang sangat beragam. Masing-masing budaya ditonjolkan dalam kerangka kesatuan. “Ajang seperti Festival Serayu Banjarnegara inilah yang memberi warna indah. Jadi mari kita sengkuyung bersama, agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” pungkasnya. [dhianbudiasih]

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 19 Maret 2013 04:01
 

Kuliner Khas Banjarnegara

leye soto  Kacang Jenang purwaceng dawet ayu
You are here