Sawah Lestari PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Admin2   
Kamis, 25 Agustus 2011 23:34

(BANJARNEGARA) - Pemkab Banjarnegara akan menetapkan kawasan sawah lestari untuk mendukung persediaan pangan nasional. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Gubernur terhadap semua Bupati di wilayah Propinsi Jawa Tengah.

Luas sawah lestari untuk masing-masing Kabupaten sudah diplot dari Propinsi. “Banjarnegara kena jatah sawah lestari kurang lebih seluas 12.450 ha.” Kata Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT, Senin (15/08).


Persawahan yang ditetapkan sebagai sawah lestari, lanjutnya, adalah semua sawah yang mampu menghasilkan padi dalam satu musim tanamnya. Pola tanamnya bisa padi-padi-padi, padi-padi-palawija, atau padi-palawija-palawija.

Untuk memperkuat program tersebut, lanjut Djasri dihadapan jamaah Tarawih Keliling Masjid Al Islah, Desa Kesenet, Banjarmangu, Pemerintah Kabupaten akan membuat Perda yang mengaturnya.

Dimana dalam Perda yang mengacu pada Peraturan di atasnya tersebut, lanjutnya, setiap sawah yang telah ditetapkan sebagai lokasi sawah lestari dilarang untuk dirubah menjadi tanah kering. Ada ancaman hukuman untuk pelanggaran yang terjadi. “Di Perda tersebut disebutkan siapa saja yang melakukan perubahan sawah lestari menjadi lahan kering, meskipun itu Bupati sekalipun akan dikenakan sanksi dengan ancaman hukuman maksimal sampai 15 tahun atau denda setinggi-tingginya 1 Milyar rupiah” katanya.

Upaya ini merupakan salah satu cara pemerintah dalam menghadapi tekanan penduduk atas tanah. Setiap hari lahir manusia yang menuntut untuk diberikan makan, sementara persediaan lahan berbanding terbalik dengan jumlah kelahiran karena makin lama makin menyempit. “Kalau persediaan pangan terganggu sehingga menyebabkan kelaparan, maka akan lahir begitu banyak masalah komplek yang menyertainya. Karena itulah pentingnya kita memikirkan persediaan pangan ini” katanya.

Untuk keperluan itu, lanjutnya, dalam kontek ini diperlukan peran yang sangat besar dari Kepala Desa dan perangkatnya. Perananya sangat dibutuhkan sebagai mediator bagi masyarakat yang memiliki sawah teknis yang baik agar jangan merubahnya menjadi lahan kering. Bila memang tanah tersebut satu-satunya miliknya, sementara kebutuhan untuk membangun rumah tinggi, maka sebaiknya dicarikan solusi yang saling menguntungkan. “Memang jadi agak rumit, tapi bila mungkin dilakukan dengan menggantinya dengan lokasi lain yang sepadan” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mubaligh tarling, H. Israhmat Yahya, menyampaikan tema Ramadhan sebagai wahana penyucian diri. Menurutnya dengan menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan penuh ini seharusnya akan mensucikan umat Islam dari penyakit jiwa dan penyakit hati seperti iri, dengki, hasut, dan sebagainya. “Karena bila puasa Ramadhan seseorang berhasil akan membakar dosa-dosanya sehingga kita akan terlahir suci atau fitri kembali di hari Raya nanti” katanya. (**--ebr)

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 25 Agustus 2011 23:40
 

Kuliner Khas Banjarnegara

leye soto  Kacang Jenang purwaceng dawet ayu
You are here