Estafet Tunas Kelapa PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 
Ditulis oleh Admin2   
Kamis, 29 September 2011 03:25

(BANJARNEGARA) - Di dalam rangka menyemarakan 50 Tahun Gerakan Pramuka, Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan tradisi estafet Tunas Kelapa ke 31 dengan berjalan kaki.


Dari 14 titik keberangkatan pasukan ETK ini bergerak menuju satu titik di di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang sebagai tempat Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 50 Tingkat Jawa Tengah tahun 2011.

Menurut Ketua Kwarcab H. Syamsudin, S. Pd., M. Pd., kegiatan yang salah satunya  bertujuan untuk meningkatkan disiplin, keteladanan, mental, fisik serta semangat pantang menyerah bagi generasi muda dalam ikut serta membangun masyarakat Indonesia ini telah diberangkatkan dari 14 titik start sejak 24 September lalu dan direncanakan berakhir pata tanggal 07 Oktober mendatang.

Selasa siang kemarin, lanjutnya, ETK memasuki wilayah Kabupaten Banjarnegara yang ditandai dengan upacara serahterima antara Mabicab Kabupaten Purbalinggan dengan Mabicab dari Kabupaten Banjarnegara di Desa Situwangi, Kecamatan Rakit.

Untuk selanjutnya ETK berjalan menuju Kabupaten Wonosobo melewati rute Kecamatan Wanadadi, Banjarmangu, Madukara, dan Sigaluh. Dimana pada tiap Kwartir Ranting diselenggarakan juga serah terima antar Ranting. Dengan rute sepanjang itu, katanya, ETK semalam disemayamkan di MA Cokroaminoto, Wanadadi. Keesoka harinya ETK diberangkatkan kembali menuju Kabupaten Wonosobo. “Hari Rabu sore, ETK kita serahterimakan kepada pasukan pembawa Tunas Kelapa dari Kwarcab Wonosobo di desa perbatasan Tunggoro. Secara simbolis serah tarima akan didahului serah terima oleh masing-masing Mabicab” katanya.

Menurut Sekretaris Kwarcab, Tapsirun, S. Pd., penyelenggaraan ETK ini dilombakan dengan Tim Juri dari Kwarda Jawa Tenga. Masing-masing kabupaten berhak mengajukan empat etape untuk dinilai. Sedangkan peserta ETK adalah Kwarcab dan Kwaran se Jawa Tengah. Setiap pasukan etape terdiri dari 61 orang pramuka yang dapat terdiri pramuka putra dan putri. “Mereka terbagi menjadi 2 orang pembawa spanduk, 14 orang pembawa bendera Merah Putih, 3 orang pembawa pesan dan kesan, obor dan amanta Gubernur, 14 orang pembawa bendera pramuka, 14 orang pembawa Tunas Kelapa, 14 orang pembawa tongkat penggalang” katanya.

Empat belas titik yang menjadi titik keberangkatan ETK, imbuh Tapsriun, yaitu Kwarcab Cilacap, Kwarcab Kebumen, Kwarcab Kota Magelang, Kwarcab Brebes, Kwarcab Legal, Kwarcab Kota Pekalongan, Kwarcab Kendal, Kwarcab Rembang, Kwarcab Pati, Kwarcab Jepara, Kwarcab Karanganyar, Kwarcab Wonogiri, Kwarcab Klaten, dan Kwarcab Salatiga. Tema Hari Pramuka, lanjutnya, adalah Satu Pramuka untuk Satu Indonesia.

Di sepanjang rute Rakit-Wanadadi, Selasa siang pasukan ETK disambut ratusan anak sekolah dan sejumlah warga. Masing-masing sekolah nampak antusias berupaya menampilkan kegiatan untuk menyemarakkan kegiatan dimaksud. Drumband dan kentongan menjadi ciri menonjol yang nampak diadakan di jajaran pramuka penyambut. ”Untuk menghindari kemacetan rute ETK dilewatkan di jalan-jalan bukan protokol” katanya. (**--ebr)

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 29 September 2011 03:32
 

Kuliner Khas Banjarnegara

leye soto  Kacang Jenang purwaceng dawet ayu
You are here