Pengurus MUI Banjarnegara di Kukuhkan PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Admin2   
Senin, 28 November 2011 11:50

BANJARNEGARA- Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjarnegara periode 2011-2015 Sabtu (26/11) di kukuhkan. Pengukuhan dilakukan di Aula SMK Cokroaminoto Banjarnegara  oleh MUI Provinsi Jawa Tengah Dr. Ahmad Daroji.


Majelis Ulama Indonesia Banjarnegara memiliki  11 komisi dan mempunyai tugas dan fungsi yang akan diemban sesuai dengan visi dan misi dari MUI Banjarnegara.


Kepala Kantor Kementerian Agama Banjarnegara yang juga dewan penasehat MUI Banjarnegara Ahmad Farkhani meminta agar kedepan MUI  lebih perhatian kemungkinan adanya aliran sesat di Banjarnegara, fatwa MUI akan sangat berpengaruh terhadap berkembangnya aliran sesat tersebut.

Selain itu MUI juga harus lebih peka terhadap perkembangan generasi muda yang lebih suka memanfaatkan internet sebagai media informasi, MUI juga nantinya harus lebih sensitif terhadap perkembangan tersebut. Melalui berbagai terobosan diupayakan MUI masuk ke ranah dunia maya sehingga menarik  minat anak-anak muda untuk melihat MUI secara lebih dekat.

Farhani menambahkan MUI saat ini juga telah melakukan beberapa kegiatan sosial dan keagamaan seperti pelatihan perawatan jenazah bagi  anggota SAR dan Relawan, pelatihan tersebut sangat penting apalagi  jika melihat  kondisi Banjarnegara yang rawan dengan bencana longsor.

“Dengan pelatihan perawatan jenazah, relawan dan SAR nantinya tidak perlu lagi bingung dalam keadaan mendesak untuk mengurus jenazah, tidak hanya itu MUI juga nantinya akan mengadakan pelatihan  pengukuran arah kiblat, pelatihan rukyah serta pelatihan penyembelihan hewan kurban,” kata Farhani.

Terkait dengan penetapan hari raya, Farhani juga meminta agar MUI bisa memberikan solusi agar ada persamaan dalam perayaan hari raya.

“Selain perbedaan perayaan hari raya fenomena yang terjadi adalah adanya perbedaan awal pelaksanaan ibadah puasa ramadhan, mengingat  hal itu merupakan problematika umat, kami berharap MUI nantinya bisa memberikan solusi  untuk menyamakan  persepsi tersebut,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama  Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, SH. M.Hum berharap meski bukan masuk dalam ranah MUI namun Sutedjo meminta agar MUI juga ikut memberikan masukan terkait dengan merosotnya moral anak-anak sekolah yang saat ini sering meninggalkan sekolah saat jam belajar mengajar.

“Siswa ternyata juga membutuhkan pelajaran budi pekerti selain pelajaran bidang studi di sekolah, kalau bisa budi pekerti masuk muatan lokal di sekolah,” kata Sutedjo.

Sutedjo juga meminta agar MUI  bisa lebih persuasif terhadap kemungkinan munculnya ormas Islam baru di luar NU, Muhammadiyah, dan Syarikat Islam.

“Saya siap membantu apa saja bagi kepentingan MUI sepanjang hal tersebut untuk kemaslahatan umat,” pungkas Sutedjo.(**anhar)

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 28 November 2011 12:07
 

Kuliner Khas Banjarnegara

leye soto  Kacang Jenang purwaceng dawet ayu
You are here