Bupati Keluarkan Perda Miras PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Admin2   
Senin, 09 April 2012 06:07

BANJARNEGARA-Untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian khamar atau minuman beralkohol, Pemkab. Banjarnegara mengeluarkan peraturan daerah tentang pengawasan dan pengendalian khamar atau minuman beralkohol di Banjarnegara. “Sesuai dengan perda Kabupaten Banjarnegara nomor 8 tahun 2008 pasal 6 yang telah di revisi, siapapun dilarang memproduksi, mengoplos, mengedarkan, memperdagangkan, memiliki, menyimpan,menimbun,menguasai dan mengkonsumsi minuman beralkohol dalam radius 1 km dari tempat ibadah, sekolah,rumah sakit serta tempat lain yang ditetapkan oleh Bupati,”kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Banjarnegara Mulyanto.

Sementara  dalam perda terbaru pasal 9 di sebutkan barang siapa terbukti  bersalah melanggar perda tersebut akan dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling tinggi Rp. 50 juta. Dalam aturan yang telah direvisi tersebut juga dikatakan barang bukti akan dimusnahkan oleh jaksa penuntut umum sebagai eksekutor sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Perda tersebut dibuat agar pengendalian, peredaran dan penjualan dapat diawasi dan dikontrol, mengingat peredaran minuman beralkohol sangat menggangu dan merusak phisik dan mental bagi peminum. Pengedar dan peminum juga menggangu keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat,” tambah Mulyanto

Berdasarkan produksi dan pembuatannya, terdapat produk miras Import, miras produksi dalam negeri, tradisonal dan miras hasil oplosan. Berdasarkan kadar etanol (C2H5OH) digolongkan menjadi minuman beralkohol golongan A yaitu minuman dengan kadar etanol 1 sampai 5 persen, golongan B yaitu minuman beralkohol dengan kadar etanol 5 sampai 20 persen.   

Sedangkan minuman beralkohol golongan C  merupakan miras dengan kadar etanol diatas 20 hingga 55 persen. Sedangkan minuman beralkohol yang tidak termasuk dalam golongan A,B dan C digolongkan dalam minuman beralkohol tradisional, oplosan dan minuman beralkohol lainnya.

“Untuk mimunan beralkohol golongan C perda melarang siapapun untuk memproduksi, mengoplos, mengedarkan atau mengkonsumsinya. Aturan yang sama juga di perlakukan bagi miras golongan A dan B kecuali di tempat tertentu yang ditetapkan oleh Bupati, ” lanjutnya.

Lokasi bagi pengecer atau penjual langsung minuman beralkohol yang mengandung rempah-rempah, jamu dan sejenisnya untuk tujuan kesehatan juga akan ditetapkan oleh Bupati, namun minuman beralkohol yang mendapat toleransi tersebut maksimal mempunyai kadar etanol 15  persen.

“Selain memenuhi ketentuan, produsen dan pengecer juga wajib memiliki surat ijin HO, surat ijin usaha perdagangan  dan syarat ijin usaha perdagangan minuman beralkohol,” jelas mulyanto

Pada peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarnegara ke 62 lalu.  Ratusan  botol minuman keras (miras) berbagai merk  hasil operasi di beberapa tempat oleh satpol PP di musnahkan.

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada kesempatan tersebut meminta agar Satpol PP setiap saat melakukan pengawasan terhadap peredaran miras di Banjarnegara.  Dengan pengawasan tersebut  diharapkan memberikan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Terkait dengan peredaran miras, masyarakat juga diminta berperan dalam upaya pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol. Masyarakat diharapkan bisa memberikan informasi yang akurat adanya dugaan tindak pidana terkait dengan minimal beralkohol..(**anhar)

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 09 April 2012 06:38
 

Kuliner Khas Banjarnegara

leye soto  Kacang Jenang purwaceng dawet ayu
You are here