|
Ditulis oleh Admin2
|
|
Sabtu, 25 Februari 2012 01:27 |
|
Say yes fo children. Katakan ya untuk anak. Itulah slogan yang sejak awal millennium ini dikumandangkan oleh badan dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Maksudnya jelas, agar orang-orang dewasa, di tengah keasyikannya menikmati dunia yang serba gemerlap, setiadaknya kenikmatan sehari-hari dengan dominasi hedonisme, tidak melupakan anak, bahkan anaklah yang menjadi prioritas hidup kita.
Semboyan itu memuat semangat bahwa dalam keadaan apapun, anak harus dilindungi dan dibahagiakan. Kesadaran untuk lebih melindungi anak lahir karena kita tidak ingin kehidupan ini punah. Sehebat apapun sebuah bangsa, bila tidak ada anak yang siap melanjutkan keberlangsungan kehidupan, akan berakhirlah kejayaan itu. |
|
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 25 Februari 2012 01:28 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Admin2
|
|
Sabtu, 25 Februari 2012 01:24 |
|
Mengkaji masalah lingkungan, tidak hanya dapat dilihat dari satu peristiwa yang berdiri sendiri. Tetapi merupakan satu akibat dari berbagai peristiwa yang secara simultan menjadi masalah lingkungan.Penyelesaian masalah lingkungan harus didekati dengan berfikir dan bertindak secara sistematis. Satu kejadian pasti terdapat faktor penyebabnya. Ada struktur yang membangun dan ada proses yang berjalan dalam sistem tersebut. Salah satu masalah yang ada antara lain adalah pada ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS). |
|
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 25 Februari 2012 01:25 |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Admin2
|
|
Sabtu, 25 Februari 2012 01:20 |
|
Tetap Eksis di Tengah Industri Hiburan
Pada era 60 hingga sekitar 70-an, kita masih ingat dengan drama Sampek Eng Tay, Panji Asmorobangun, Angling Darmo, Roro Mendut, Damarwulan dan Ronggolawe. Cerita rakyat tersebut pada era itu cukup terkenal dan melekat dihati masyarakat Banjarnegara.
Gedung “Tjahjana” yang dibangun sekitar tahun 1962 di Jl. S. Parman dimana beberapa group ketoprak seperti “Sido Agung” memiliki andil besar dalam mempopulerkan kesenian tradisional itu. Kita juga masih ingat bagaimana masyarakat pada era itu berduyun-duyun menyaksikan pagelaran ketoprak sambil menikmati kacang goreng, ketela muntul dan pisang rebus mBok Minem. |
|
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 25 Februari 2012 01:23 |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Admin2
|
|
Sabtu, 25 Februari 2012 00:54 |
|
Ada yang berbeda dalam malam peringatan tahun baru 2012 kemarin. Jika di kota-kota peringatan tahun baru selalu dihiasi dengan pesta dan kembang api, Kecamatan Pejawaran menggelar suasana berbeda. Konser rebana dan qasidah bertajuk “Pejawaran Bershalawat”. Maka semaan shalawat pun mengalun khidmat, lagu-lagu Islami mengalun syahdu, membahana, tak kalah meriah dengan pentas rock ataupun dangdut. |
|
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 25 Februari 2012 00:58 |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Admin2
|
|
Kamis, 23 Februari 2012 07:21 |
|
Fungsi humas dalam sebuah instansi merupakan ujung tombak pembangunan citra, pengembangan trust dan pengelolaan krisis. Pejabat humas sebagai aparatur pembangunan citra dituntut mempunyai kemampuan komunikasi yang melebihi rata-rata.
Lingkungan kerja serba tidak menentu memerlukan kemampuan khusus dari seorang pejabat humas, terutama berkenaan dengan kemampuan di bidang kehumasan, sebagai juru bicara organisasi dan pengelolaan informasi publik berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yang telah diundangkan sejak tahun 2008. |
|
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 23 Februari 2012 13:21 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|