Mensyukuri Nimat Allah PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 02 September 2010 21:03

(BANJARNEGARA) - Nikmat Allah SWT yang diberikan kepada umat manusia ini sungguh luar biasa, sayang manusia lebih banyak melupakan daripada mensyukurinya.  Manusia lupa karena nikmat Allah tersebut sepertinya take for granted, begitu saja melekat menjadi bagian dari keseharian.

Contohnya nikmat sehat. “Karena seperti terlahir begitu saja, sehingga orang sering lupa untuk mensyukurinya bahwa sungguh betapa berharganya nikmat sehat itu” jelas H. Kamali, BA, Dai Tarling Kabupaten, di depan jamaah Tarawih Masjid Nurul Jannah Desa Parakan, Purwonegoro, Senin malam (30/08).

Untuk meperjelas, lanjutnya, mari kita coba hitung nikmat Allah tersebut. Pada suatu ketika, katanya, salah seorang kerabat dekatnya menderita sakit dan mengharuskannya dirawat di rumah sakit. Untuk keperluan tersebut dipasanglah alat medis untuk bantuan pernafasan agar si pasien mendapat cukup oksigen. Setelah 3 hari, akhirnya Ia sembuh. Untuk perawatan oksigen selama 3 hari tersebut, ternyata Ia harus mengeluarkan uang Rp 600 rb.

Sekarang cobalah berpikir, sambung Kamali, berapa besar uang harus dikeluarkan jika udara yang sehari-hari kita hirup dikenakan tarif pembiayaan seperti halnya oksigen untuk orang sakit. Tarohlah harganya sama dengan 1 tabung oksigen yaitu Rp 200 rb per hari. Kali umur kita masing-masing. Tidak terbayang kan betapa besar nilainya. “Untuk bagian sangat kecil saja yaitu soal napas begitu mahal nilainya, bila mengingat itu, maka alangkah berharganya nikmat sehat itu?” tanyanya.

Contoh lainya sangat banyak, lanjutnya, salah satu diantaranya adalah satu bagian kecil dari tubuh yaitu klep jantung. Cerita ini berkait dengan penyakit yang diderita almarhum teman pada era tahun 80-an silam. Karena penyakit yang dideritanya, Ia membutuhkan penanganan operasi yang dikenal sebagai cangkok jantung. Untuk pencangkokan sebuah klep jantung yang Allah berikan secara gratis tersebut, waktu itu dibutuhkan biaya sebesar Rp 150 juta. “Subhanallah…alangkah bersyukur dan beruntungnya kita yang diberi nikmat kesehatan…maka pandai-pandailah kita untuk selalu bersyukur” katanya.

Sebelum kegiatan jamaah sholat isya dan tarawih dimulai dilaksanakan terlebih dahulu peletakan bata merah pertama pembangunan masjid Baitussalam. Mendapat kehormatan sebagai peletak batu bata pertama bangunan masjid anggota Muspida, Abdul Rauf, SH, Ketua Pengadilan Negeri Banjarnegara dengan didampingi oleh Assisten Bidang Pemerintahan Sekda dan Camat Purwonegoro. “Semoga masjid Baitussalam ini membawa manfaat bagi masyarakat sekitar” ujar Rauf.

Rencananya, bangunan masjid berukuran 13 m x 13 m yang diplot memakan biaya Rp 200 juta tersebut, akan menggantikan fungsi masjid lama yang terletak 10 m di sampingnya. Sedangkan biaya swadaya yang terkumpul baru mencapai Rp 27 juta.

Sementara itu, Drs. Suharno, Assisten I Sekda mewakili Bupati  dalam sambutanya menyatakan rasa terima kasih Pemkab atas situasi kondusif yang tercipta di wilayah Purwonegoro, khususnya di wilayah desa Parakan. “Situasi kondusif ini penting untuk menjamin penyelenggaraan pembangunan dengan baik” katanya.

Selanjutnya berkait dengan usulan aspirasi, termasuk diantaranya tentang pembangunan masjid, Ia mempersilahkan untuk diajukan. Apalagi, katanya, pejabat yang mengampu masalah tersebut juga ikut hadir. “Silakan disampaikan, tetapi mengenai keputusannya bagaimana saya tidak dapat menjawabnya. Ini bukan porsi saya. Tapi usulan ini akan saya sampaikan langsung kepada Bupati” katanya. (**--ekobr)


Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 September 2010 21:07
 
You are here