Sejarah Banjarnegara di Filmkan PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 19
JelekBagus 
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 07 Januari 2011 02:10

BANJARNEGARA-Shooting perdana film Babad Banjarnegara dengan judul Adipati Dipayudha Boyong hari ini Kamis (6/1) di mulai.


Pengambilan gambar diawali dengan prolog dari Wakil Bupati Banjarnegara Drs. Soehardjo MM tentang sekilas Banjarnegara dan dilanjutkan dengan pengambilan gambar perdana dengan mengambil lokasi rumah Joglo di Desa Pucang Kecamatan Bawang Banjarnegara.

“Shooting perdana ini akan mengambil cerita seputar kepindahan Banjarnegara dari Banjarkulon menuju Banjarnegara, Lokasi pengambilan gambar kami sesuaikan dengan dengan ilustrasi tentang sejarah Banjarnegara tempo dulu, selanjutnya pengambikan gambar akan dilakukan dilokasi lain yang mempunyai kaitan dengan cerita,” kata Ani Laela Gayeng Even Organizer produser film Babad Banjarnegara.

Ani menambahkan cerita film diambil dari berbagai sumber diantaranya perpustaskaan banyumas dan Banjarnegara, para sesepuh yang mengetahui sejarah Banjarnegara.

Rekruitmen pemeran film dimulai bulan agustus lalu, kemudian setelah melalui beberapa tahapan seleksi terpilih 200 pemeran yang akan memerankan film tersebut tersebut.

“Kami berharap film ini bisa selesai sebelum bulan Juli ,” tambah Ani

Pada kesempatan tersebut Wabup Soehardjo memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pembuatan film sejarah Banjarnegara, dan meminta agar pembuatan film tersebut melibatkan para ahli sejarah atau sesepuh Banjarnegara atau sumber lain yang tahu persis sejarah Banjarnegara.

“Sebelumnya babad Banjarnegara memang telah diterbitkan dalam bentuk buku namun sejerah Banjarnegara akan lebih mengena dan menarik jika ditampilkan memalui media visualisasi seperti film, “ kata Soehardjo.

Agar film sesuai dengan judul lanjut soehardjo maka diharapkan tampilan yang kelihatan fiktif diminimalisr sedangkan data akurat ditonjolkan.

“produser harus jeli dalam pembuatan film unsure identitas banjarnegara tempo dulu harus benar-benar di tonjolkan sehingga film tersebut menarik ,” tambhanya.

Lebih lanjut Soehardjo juga berharap nantinya film tersebut dijadikan mulok pada setiap sekolah sehingga anak-anak akan tahu sejarah tanah kelahirannya.

“Bagaimana generasi kita mau mencintai Banjarnegara kalau sejarahnya saja mereka sama sekali tidak tahu,” pungkas Soehardjo.***

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 07 Januari 2011 02:20
 

Kuliner Khas Banjarnegara

leye soto  Kacang Jenang purwaceng dawet ayu
You are here