Gerakan Menanam 1 Milyard Pohon PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Admin2   
Jumat, 03 Februari 2012 01:24

(BANJARNEGARA) - Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Banjarnegara sumbang 20.300 pohon kepada warga masyarakat Banjarnegara untuk ditanaman di lahan kritis. Secara simbolis kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan bibit pohon durian dari Pimpinan Cabang BRI Hari Setiawan kepada Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M.Si., yang langsung diteruskan kepada perwakilan Kelurahan, Desa dan Kelompok Tani Penerima.

Selain penyerahan bibit, kegiatan yang dilaksanakan Kamis siang (02/02) di lapangan desa Ampelsari, Kecamatan Banjarnegara, juga ditandai dengan penanaman bibit pohon durian di halaman Kantor Balai Desa Ampelsari oleh Wakil Bupati,, Pimpinan Cabang BRI, Camat dan sejumlah pejabat yang hadir.

Hari mengungkapkan sumbangan 20.300 pohon dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan HUT ke 116 BRI. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan nyata BRI terhadap Gerakan Menanam 1 Milyard Pohon yang dicanangkan Pemerintah.  “Sumbangan pohon ini merupakan bagian dari pemanfaatan dana CSR BRI yang khusus kami peruntukan untuk perbaikan kualitas lingkungan” katanya.

Jenis bibit pohon, lanjutnya, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Banjarnegara, terutama diupayakan selain fungsinya untuk memperbaiki lingkungan, masa panen yang tidak terlalu lama, juga yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Dari 20.300 pohon terbagi menjadi Albasia 13.000 pohon, Jabon 5.000 pohon, Durian 1.000 pohon, Manggis 1.000 pohon, Mahoni 100 pohon, dan Euchalyptus 200 pohon. “Kami megharapkan semua pohon tersebut dapat ditanam dan semoga bermanfaat bagi warga” katanya.

Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., menyambut baik langkah BRI Kanca Banjarnegara yang mendukung upaya Gerakan Menanam 1 Milyard Pohon dalam rangka HUT ke 116 BRI. Ia mengharapkan memanfaatkan momentum istimewa seperti ini tidak saja terbatas dilakukan oleh lembaga-lembaga besar seperti halnya BRI, PT. Indonesia Power, BUMD, Perusahaan-Perusahaan Besar, namun juga diikuti oleh semua elemen masyarakat. “Gerakan menanam pohon ini akan membawa hasil yang maksimal jika sudah menjadi tradisi dalam masyarakat” katanya.

Bila kita sepakat, lanjutnya, maka kita dapat melakukan sejumlah resolusi memanfaatkan setiap momentum individu maupun yang ada di tengah masyarakat untuk terus senantiasa menumbuhkan gerakan menanam pohon sebagai sebuah gerakan yang sesungguhnya. Sebagai ilustrasi Hadi memberi gambaran kala kita merayakan ultah ataupun momentum istimewa individu, disepakati kadonya adalah menanam pohon, dan seterusnya. “Bahkan, jadian pacaran pun momentumnya dapat pula kita tandai dengan menanam pohon” katanya.

Kesepakatan pribadi itu, lanjutnya, bila dapat dikembangkan untuk skala lebih luas kala ada momentum istimewa yang hidup dalam tradisi masyarakat kita maka dampaknya akan luar biasa. Dengan demikian, lanjutnya, gerakan menanam pohon ini tidak berhenti hanya menjadi acara seremonial tanam pohon belaka, tanpa kita mempedulikan apakah upaya penanaman pohon ini berhasil atau tidak. Sehingga tidak terkesan tanam, lalu tinggal. “Yang namanya gerakan itu, ada yang namanya gerakan itu sendiri, kemudian terkawal, sistematis, dan ada evaluasinya” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banjarnegara, Ir. Sutrisno menyatakan sampai tahun 2011 lahan kritis yang harus dihijaukan di Banjarnegara masih cukup luas yaitu mencapai 53.328,86 ha. Rinciannya sangat kritis 604,27 ha., kritis 13.638,25 ha., dan agak kritis 39.081, 12 ha.

Dengan adanya gerakan menanam pohon ini, lanjutnya, diharapkan perlindungan dan pelestarian alam dapat terjaga, mengurangi lahan kritis yang ada di kabupaten Banjarnegara, serta dapat mencegah terjadinya erosi atau longsor akibat tanah gundul. “Dari target menanam 4 juta pohon dalam Gerakan Menanam 1 Milyard pohon yang dimulai Januari 2011 sampai dengan akhir Januari 2012, telah tertanam 4.596.695 batang pohon” pungkasnya. (**--ebr)

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 03 Februari 2012 01:35
 
You are here