Potensi Investasi Sektor Pariwisata

Peluang Investasi Pariwisata Banjarnegara

Terbuka Lebar


Banjarnegara adalah salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah dan destinasi kedua setelah Candi Borobudur. Dilihat dari peluang investasi bidang pariwisata, di Kabupaten Banjarnegara terdapat beberapa obyek yang sangat potensial untuk dikembangkan baik itu wisata alam, wisata buatan (artificial object) maupun wisata budaya, dan kesenian. Bidang agrobisnis juga ikut memberikan citra pertanian.

Cukup banyaknya obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Banjarnegara otomatis diikuti oleh potensi yang terdapat di dalamnya. Secara umum, obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Banjarnegara masih memerlukan banyak sentuhan dan penambahan fasilitas sarana atau prasarana pendukung demi kenyamanan dan daya tarik lebih bagi wisatawan yang datang. Di halaman ini akan memberikan gambaran singkat mengenai apa saja yang bisa dikembangkan atau bahkan berinvestasi di sektor pariwisata Banjarnegara berdasarkan fenomena ataupun kondisi alamnya.

Tentunya, gambaran tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi para investor maupun pelaku industri pariwisata sehingga tergerak untuk berinvestasi dalam rangka turut membangun dunia wisata di Kabupaten Banjarnegara.


KAWASAN WISATA DATARAN TINGGI DIENG

Kawasan ini merupakan dataran tinggi yang menawarkan panorama eksotis yang perpaduannya hanya dimiliki oleh kawasan di Kabupaten Banjarnegara.Berasal dari kata Dihyang yang artinya sangat tepet dengan pola kehidupan masyarakat yang menciptakan suasana disiplin spiritual kuat sehingga nuansa spiritual berpadu dengan pola kehidupan dan tempat-tempat eksotis di kawasan ini.Dataran Tinggi Dieng memiliki hawa sejuk karena terletak pada ketinggian 2.000 m diatas permukaan laut dan berjarak 55 km dari kota Banjarnegara.Dieng memiliki luas 110 Ha merupakan tujuan wisata Nasional dan Internasional.Perpaduan unik antara budaya dan alam menawarkan wisatawan suatu suguhan yang hanya bisa ditemukan di kawasan in.Di Kawasan Wisata Dataran Tingi Dieng terdapat candi-candi dan berbagai fenomena alam.

SIBIRA

Sibira merupakan singkatan dari 3 lokasi tujuan wisata di Dataran Tinggi Dieng yang selama ini belum dibuka untuk umum , yaitu Sileri, Bitingan dan Rawe. Potensi yang ada di lokasi tersebur menyuguhkan panorama yang eksotis, seperti Kawah Sileri,Air Panas Bitingan dan Curug si Rawe. Sileri merupakan kawah terluas di Kawasan Tinggi Dieng, Bitingan merupakan sumber air panas debit tinggi. Sedangkan Curug Si Rawe merupakan air terjun yang di dalamnya terdapat air panas dan dingin.

Kelompok Candi Arjuna dan Candi Gatotkaca


Kelompok Candi Arjuna dibangun pada 809 M, peninggalan sejarah yang merupakan Candi Hindu tempat bermeditasi para leluhur.Kelompok candi tersebut terdiri dari Candi Arjuna , Candi Semar , Candi Srikandi , Candi Puntadewa dan Candi Sembrada. Candi-candi tersebut di bangun dalam waktu yang tidak bersamaan.


Candi Gatotkaca merupakan satu-satunya candi yang mampu bertahan dari proses alam dibandingkan candi-candi lain dalam kelompok ini: yaitu Candi Sayekti, Candi Petruk , Candi Antareja , Candi Nakula Sadewa dan Candi Nalagareng.Nuansa spiritual sangat terasa di sekitar candi yang berdiri kokoh dan masih utuh untuk ukuran candi bersejarah.







Curug Genting, Curug Mrawu, Mata Air Panas Giri Tirta (0)

“Tiga Pesona di Satu Desa”

Potensi wisata Desa Giritirta Kecamatan Pejawaran sungguh mempesona. Di desa yang terletak sekitar 33 km di utara ibu kota Kabupaten Banjarnegara ini terdapat empat obyek wisata sekaligus yang bisa dinikmati pengunjung dalam satu lokasi. Untuk menuju obyek wisata ini, dari Desa Giritirta menuju obyek pertama dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 kilo meter, di sana telah menanti Curug Genting, air terjun perawan dengan ketinggian sekitar 70 meter yang menawarkan pemandangan eksotis.

Satu kilometer dari Curug Genting terdapat sumber mata air panas Giri Tirta. Airnya terlihat kuning, deras dan sedikit bergejolak menandakan mata air hangat ini tetap stabil debit airnya, meskipun kemarau panjang sedang melanda. Mengakhiri perjalanan, sekitar 1 kilo meter dari lokasi lokasi ini telah menungu Curug Mrawu yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter. Curug ini nantinya aliran airnya akan menyatu dan menjadi sumber utama sungai Mrawu.

Jalanan menuju masing-masing obyek berupa jalan setapak dan pematang kecil yang membelah sawah dan ladang sayur petani. Namun rasa capai menyusuri jalan itu hilang seketika setelah sampai di lokasi dan menyaksikan keindahan alam yang terhampar di depan mata. Pesona Curug Genting dan Merawu telah memikat siapapun yang datang, sehingga ingin kembali dan datang lagi. Dua sumber mata air panas belerang kuning pun menambah indahnya bebatuan di Sungai Merawu. Sungguh, tiga pesona yang menyatu di satu desa.








Alamnya Indah, Airnya Membuat Awet Muda

Bagi Anda pecinta wisata air, belumlah lengkap jika belum berkunjung ke obyek wisata air terjun Sikopel atau lebih dikenal dengan Curug Sikopel di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan. Obyek wisata air terjun ini menawarkan panorama alam yang sejuk dan indah. Tentu sangat cocok bila menikmatinya bersama keluarga, teman atau kerabat untuk menghabiskan libur akhir pekan, sembari sesekali mencoba kesegaran air yang berhulu di Kawah Sileri ini.

Bahkan tidak ada salahnya Anda merasakan dinginnya air Curug Sikopel ini sembari berendam, membiarkan seluruh tubuh basah oleh air. Karena menurut warga setempat, air di curug ini dipercaya dapat membuat awet muda. Pada masa kepemerintahannya, Bupati kharismatis Banjarnegara R. Aria Soemitro Kolopaking, konon

pernah bersemedi di gua yang berada persis berada

di balik air terjun.

Saat bersemedi itulah, Beliau mendapatkan kopel kuda, atau tali pengatur kendali kuda. Maka itulah, air terjun itu diberi nama Sikopel. Demikian dituturkan Kepala Desa Babadan, Turno tentang legenda Curug Sikopel. Cerita itu berkembang di tengah masyarakat setempat secara turun temurun.

Pemandangan lain yang bisa dinikmati adalah keberadaan kera-kera liar di sekitar curug, meski kadang kera-kera itu tidak muncul. Selain itu, dibalik curug terdapat goa yang di dalamnya terdapat tikus putih yang jarang ditemukan di manapun. Hewan pengerat unik itu bersarang di goa di balik curug.

Pada hari-hari libur banyak pengunjung yang datang dan terkadang membawa pulang air curug yang dimasukkan ke dalam jerigen atau wadah khusus. Kesegaran air Curug Sikopel menjadi sugesti tersendiri bagi yang meminumnya. irnya segar alami, badan cape jadi ilang!” kata Purwanto, pengunjung lokal yang datang dengan teman-temannya. Selain wisatawan lokal Banjarnegara, wisatawan dari sejumlah daerah dan kota besar juga kerap datang untuk menyaksikan keindahan Curug Sikopel.

Tidak begitu sulit untuk mencapai lokasi curug. Dari kota Kecamatan Pagentan, perjalanan ditempuh sekitar setengah jam dengan jarak kurang lebih tujuh kilometer. Selama perjalanan menuju Desa Babadan, Anda akan menikmati pemandangan alam khas pedesaan. Memasuki pintu gerbang Curug Sikopel, sudah terdengar suara gemuruh air terjun yang memiliki ketinggian 70 meter dengan kedalaman sekitar sepuluh meter itu.

Ketika menuju air terjun, jika beruntung Anda akan melihat sekawanan kera yang berada di jalanan dan lahan pertanian milik warga tengah mencari pakan. Anda bisa memberi makanan kepada kera-kera itu, namun hal itu tidak mudah dilakukan. Karena begitu kera-kera melihat manusia, mereka akan lari menjauh. (mujipras).


Curug Pitu, Air Terjun Tujuh Tingkat


Curug Pitu merupakan obyek wisata alam dengan daya tarik utama berupa air terjun yang berjumlah tujuh buah curug secara bertingkat dari atas ke bawah. Maka itulah, air terjun ini diberi nama “Curug Pitu”. Terletak di Desa Kemiri Kecamatan Sigaluh Banjarnegara. Kurang lebih setengah jam perjalanan dari Kota Banjarnegara ke arah timur (Wonosobo).

Curug ini sangat indah. Selain bagus untuk rekreasi seluruh keluarga, juga cocok sebagai arena camping. Di dekat curug Pitu juga ada curug lain yang bernama Curug Kemiri. Gugusan tujuh tingkat air terjun dari atas ke bawah ini sangat indah. Dari curug pertama (tingkat I), kita bisa menyaksikan air terjun dengan debit air yang cukup besar. Di kanan kiri adalah hutan yang masih asri yang didominasi tanaman keras. Banyak juga pohon durian.

Jika kita ingin melihat curug di atasnya, kita harus mendaki jalan setapak di kanan jalan. Ada anak tangga yang cukup memudahkan mendaki. Setiap sekitar 50 meter, curug kedua dan seterusnya sudah menanti. Di curug teratas (tingkat tujuh), pemandangan lebih eksotis lagi karena keenam curug di bawahnya terlihat indah bak kaki-kaki bidadari yang lembut menjuntai.

Untuk mencapai obyek wisata ini cukup mudah, namun lebih nyaman dengan menggunakan kendaraan sendiri, terutama roda dua (sepeda motor) agar sampai persis di gerbang curug. Dari Kota Banjarnegara kita berkendara ke arah timur sekitar 10 kilometer sampailah di pertigaan Desa Sigaluh. Ambil jalan kanan, mulailah menyusuri jalanan desa yang halus dengan udara yang segar, dengan jarak tempuh sekitar 7 kilo meter. Tak jauh dari Balai Desa Kemiri, kita bisa langsung menikmati keindahan dan kesegaran Curug Pitu.

.sumber Humas, Setda Banjarnegara

Read 8410 times Last modified on Senin, 09 Januari 2012 01:39

Kuliner Khas Banjarnegara

leye soto  Kacang Jenang purwaceng dawet ayu
You are here