Administrator

Administrator

Email: Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
Rabu, 31 Maret 2010 00:56

Bank

Bank

BANK RAKYAT INDONESIA
SUTOYO 61 BANJARNEGARA
Tlp. 0286 591161  0286 591161

BANK RAKYAT INDONESIA DIENG
DIENG BANJARNEGARA
Tlp. 0286 592824  0286 592824 

BANK RAKYAT INDONESIA KARANG KOBAR
KARANG KOBAR BANJARNEGARA
Tlp. 0286 641013 0286 641013 

BANK RAKYAT INDONESIA KARANG KOBAR
WANAYASA RAYA BANJARNEGARA
Tlp. 0286 641151  0286 641151 

BANK RAKYAT INDONESIA UNIT BAWANG
MANTRI ANOM RAYA RT 1 RW 2 BANJARNEGARA
Tlp. 0286 597065 0286 597065

BANK RAKYAT INDONESIA SINGO MERTO
BANJARNEGARA
Tlp. 0286 593879  0286 593879 

BANK NEGARA INDONESIA 1946
DIPAYUDA DIPA YUDA KIOS 7 8 BANJARNEGARA
Tlp. 0286 591936  0286 591936

BANK TABUNGAN PENSIUN NASIONAL
PEMUDA 65 BANJARNEGARA
Tlp. 0286 594335  0286 594335

BANK PEMBANGUNAN DAERAH
SUPRAPTO 50 BANJARNEGARA
Tlp. 0286 592364  0286 592364 


BANK DANAMON
VETERAN 43 A BANJARNEGARA
Tlp. 0286 592454 0286 592454

BANK LIPPO
VETERAN 66 BANJARNEGARA
Tlp. 0286 592608  0286 592608 

BANK CENTRAL ASIA
PEMUDA 58 BANJARNEGARA
Tlp. 0286 591428 0286 591428

BANK SURYAYUDA
REJASA RT 2 RW 3 BANJARNEGARA
Tlp. 0286 592172  0286 592172


Rabu, 31 Maret 2010 00:56

Rumah Sakit

BRSUD Banjarnegara
Jl. Jen. Sudirman Banjarnegara
Tlp. 0286-91464

Rumah Sakit Islam
Jl. Raya Bawang

Telp . 0286-597034


RSU Emanuel
Jl. Raya Klampok Banjarnegara
Tlp. 0286-79030


RUMAH SAKIT BERSALIN "ANUGRAH"

Jl. LetJend Panjaitan


Luas areal perkebunan yang ada wilayah Kabupaten Banjarnegara yang tersebar di 20 Kecamatan dibudidayakan untuk menanam  bermacam-macam jenis komoditas anatara lain :

1. T e h

Luas Perkebunan Teh di Kabupaten Banjarnegara 2.334,64 Ha yang tersebar di 6 (enam) Kecamatan yaitu Kecamatan  Karangkobar, Wanayasa, Kalibening, Pejawaran, Pagentan dan Batur, dengan jumlah produksi secara keseluruhan sebesar 1.993 Ton / tahun.

Hasil pucuk teh tersebut selama ini ditampung oleh PT Pagilaran di desa Jatilawang Kecamatan Wanayasa dan PT Jatilawang Sejahtera di Desa Grogol Kecamatan Pejawaran.

2.  Kelapa Deres

Perkebunan kelapa deres di Kabupaten Banjarnegara menempati areal seluas 1.439,60  ha, yang tersebar di 6 (enam) Kecamatan yaitu Kecamatan Susukan, Klampok, Mandiraja, Purwanegara, Bawang dan Rakit, dengan hasil produksi 15.971,67 ton / tahun

3.  Kelapa Dalam

Luas areal tanaman kelapa dalam seluas 7.976,60 ha, yang tersebar di 8 (delapan) Kecamatan, yaitu Kecamatan susukan, Purworejo Klampok, , Mandiraja, Purwanegara, Bawang, Banjaranegara, Rakit dan Punggelan . dengan hasil produksi 9.222,39 ton / tahun.

4.  Kopi/Kobusta

Perkebunan kopi/kobusta  di Kabupaten Banjarnegara mempunyai luas keseluruhan 627,55 ha.,  yang berada  di 10 Kecamatan, yaitu Kecamatan Mandiraja, Purwanegara, Bawang, Banjarnegara, Sigaluh, Banjarmangu, Wanadadi, Punggelan, Karangkobar dan  Kalibening Dengan hasil produksi 255,75 ton / tahun.

5. ALBASIA

Luas lahan yang tersedia 19.00 Ha, yang tersebar di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Albasia merupakan bahan baku industri pengelolaan kayu dengan produksi rata-rata 30.000m³ tiap bulan.

Hasil pengolahan kayu Albasia antara lain :Pulp Kertas, Papan Partikel(particle board) , Papan Serat (Piper Board) , Kayu Olahan dan Kayu Energi (Bahan Bakar).

Pemasaran :Dalam Negeri dan Luar Negeri.

6. SERABUT KELAPA

Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu sentra produksi kelapa di jawa tengah dengan luas area tanaman sebanyak 13.324.,07 Ha. Penyebaran tanaman kelepa yairu di Kecamatan Susukan , Purworejo Klampok , Rakit , Purwonegoro, Punggelan dan Bawang.

Bahan baku sabut kelapa merupakan hasil sampah dari industri pengolahan kopra.Secara relatif industri serat sabut kelapa merupakan industri bersifat padat karya terutama untuk industri yang masih menggunakan teknologi yang sederhana.

Produksi per tahun : 12.792.16 ton.



Selasa, 30 Maret 2010 09:49

Potensi Invetasi Sektor Pertambangan

SEKTOR PERTAMBANGAN DAN GALIAN C

Dalam rangka meningkatkan kegiatan investasi di Kabupaten Banjarnegara salah satu potensi yang akan dikembangkan  adalah sektor pertambangan dan galian C  yang lokasinya menyebar di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Melihat potensi yang ada, pertambangan yang sudah tergali/dieksploitasi pada saat ini khususnya di Banjarnegara adalah Feldspar, batu lempeng, andesit, granit, talk, dan masih banyak beberapa bahan galian yang belum tergali/dieksploitasi. Mineral/bahan galian yang sudah digali/dieksploitasi sebagian besar belum/tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu, bahan tambang yang dijual masih dalam bentuk row material/bahan baku. Oleh sebab itu investasi pendirian pabrik pengolahan hasil tambang masih terbuka lebar di Banjarnegara.

Potensi mineral logam belum tergali, untuk izin usaha pertambangan mineral logam harus melalui prosedur lelang, sudah ada peraturan dan perundang-undangan yang mengatur hal tersebut. Banjarnegara sudah memiliki PERDA yang mengatur usaha sektor pertambangan umum, yaitu PERDA Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pertambangan Mineral di Kabupaten Banjarnegara, dimana PERDA tersebut sudah mengacu kepada Peraturan dan perundangan dari pemerintah pusat yang mengatur sektor pertambangan umum.

Sudah ada beberapa investor lokal yang masuk dan berinvestasi di Banjarnegara, diantaranya PT. Banjar Mineral Resources, PT. Astri Tata Resources, PT. Tata Mining Resources, yaitu melakukan penyelidikan bahan tambang untuk mengetahui depositnya sampai dengan studi kelayakan dan eksploitasi. Hal ini bisa memberikan motivasi kepada investor lain untuk berinvestasi di Banjarnegara.

Jenis pertambangan yang ada di Kabupaten Banjarnegara adalah :

  1. Marmer
  2. Feldspar
  3. Trass
  4. Batu Lempeng
  5. Batu Granit

M A R M E R

Marmer merupakan bahan galian dari batu gamping/ kapur (CoCo3) yang mengalami proses ubah (metamort) karena tahunan dan temperatur yang sangat tinggi. Marmer mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi dan proses pengolahannya sangat sederhana, mutu cukup baik dengan jumlah Deposit 18.676.000 M3 dan Berat Terkanya 48.557.600 Ton, yang tersebar di 3 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Banjarnegara  16.874.000 M3/43.872.400 ton
2. Kecamatan Bawang                 324.000 M3/      842.000 ton
3. Kecamatan Purwanegara    1.478.000 M3/   3.842.800 ton

Di Kabupaten Banjarnegara terdapat beberapa jenis/warna batu marmer  yang  tidak dimiliki daerah  lain seperti marmer berwarna merah, hijau, abu-abu ,dan hitam. Marmer yang umum serta persediaannya cukup besar  adalah  marmer warna  putih.

Status kepemilikan lahan tambang marmer di Kabupaten Banjarnergara adalah  milik  perorangan.

Kerjasama yang diharapkan Pemerintah Kabupaten: adalah Pembuatan pabrik  pengolahan  batu marmer.




FELDSPAR

Feldspar suatu kelompok mineral batuan beku terutama terdiri senyawa alumina silikat yang mengandung satu atau lebih unsur basa seperti Kalium, Natrium, Kalsium, Barium yang salah satu kation basa tersebut merupakan kation utama. Mutu feldspar di Kabupaten Banjarnegara mempunyai kandungan albit, kuarsa, mikroklin dan sanadin, baik digunakan untuk pembuatan keramik dan mika namun kurang baik untuk pembuatan kaca.

Tambang Feldspar ini tersebardi beberapa lokasi antara lain :

  • Kecamatan Bawang           12.021.923 M3 / 31.257.000 ton
  • Kecamatan Purwanegara  34.421.923 M3 / 89.497.000 ton
  • Kecamatan Banjarnegara    7.200.000 M3 / 18.720.000 ton

Terkaan diatas adalah 20 – 30 % dari jumlah keseluruhan.

Perkiraan luas lahan : 19 ha. Perkiraan volume  51.643.846 m3 (status milik Perusda  Kabupaten Banjarnegara) selebihnya dikelola oleh perorangan.

Potensi  cadangan feldspar Banjarnegara, berdasarkan data kajian dari JICA dan Balai Besar Keramik  baru bisa memenuhi kebutuhan untuk pasokan feldspar sekitar 14 % dari kebutuhan, hal ini menunjukkan ketergantungan industri keramik Indonesia kepada feldspar asal impor. Feldspar digunakan untuk industri gelas, keramik dan semen.

Kerjasama yang diharapkan Pemerintah Kabupaten adalah pendirian pabrik keramik.

T R A S S.

Trass merupakan endapan sekunder dari pelapukan andesit tua, bahan tambang ini dapat digunakan untuk mencampuri /melengkapi bahan baku tambang lain untuk industri strategis misalnya pembuatan semen.  Jumlah cadangan Trass di Kabupaten Banjarnegara cukup besar dengan  perkiraan volume 14,09 juta M3, sebarannnya berada di 6 Kecamatan, yaitu :

  1. Kecamatan Karangkobar  1.120.000 M3 /    2.941.581,33 ton
  2. Kecamatan Sigaluh            4.250.000 M3 /  11.162.250,56 ton
  3. Kecamatan Wanayasa      1.827.500 M3 /     4.799.767,74 ton
  4. Kecamatan Punggelan     5.212.000 M3 /   13.688.858,81 ton
  5. Kecamatan Pagentan           145.000 M3 /        380,829,73 ton
  6. Kecamatan Pejawaran      1.320.000 M3 /    3.466.863,70 ton.

Trass  yang berlokasi di daerah ini ditambang  oleh perorangan dan ditampung oleh suatu perusahaan yang berlokasi diluar daerah/Kabupaten dan sudah berjalan selama lebih dari  4 tahun. Trass digunakan sebagai bahan batako, industri bahan bangunan.

Dari hasil peninjauan lapangan bisa dilihat bahwa pengusaha kurang memperhatikan keselamatan tenaga penambang karena bekerja tanpa alat pengaman.

Beberapa hal yang diperlukan untuk melakukan penambangan adalah :

  • Pembukaan lahan tambang / pembebasan lahan.
  • Pengadaan alat pengeruk
  • Perizinan
  • AMDAL
  • Transportasi : Truk-truk pengangkut
  • Peningkatan kualitas jalan
  • Rekruitmen tenaga kerja
  • Kebijakan Pemerintah berupa : Kemudahan Birokrasi dan Perda Tata Ruang

Kerjasama yang diharapkan berupa pendirian pabrik pengolahan trass (semen).

BATU LEMPENG.

Batu lempeng merupakan bahan galian  yang mempunyai nilai ekomonis tinggi  dan cara pengolahannya  sederhana, mutunya baik, jumlah cadangan cukup besar, dan sangat potensial untuk dikembangkan.

Batu lempeng ini dapat digunakan untuk ornament dinding dan trotoar, yang selama ini pemasarannya ke daerah Jawa Barat dan belum dikelola secara baik.

Tambang batu lempeng berada di 5 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Pagentan 17.345.000 M3

2. Kecamatan Batur 2.347.698 M3

3. Kecamatan Pejawaran 19.354.600 M3

4. Kecamatan Karangkobar 10.987.375 M3

5. Kecamatan Wanayasa 11.987.659 M3

Kerjasama yang diharapkan Pemerintah Kabupaten: berupa pendirian pabrik pengolah batu lempeng.

BATU GRANIT.

Batu granit adalah bahan galian yang proses pengolahannya memerlukan tehnologi dan penelitian yang berlanjut agar hasil yang diperoleh mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi, karena batu granit ini banyak digunakan untuk lantai dan dinding gedung-gedung mewah. Banjarnegara memiliki Deposit  batu granit sebesar 287.148.000 M3 dan Berat Terka sebesar 1.303.865.951 Ton, yang tersebar di 5 Kecamatan :

1, Kecamatan Bawang                 2.735.500 M3 /      7.112.300 ton

2. Kecamatan Banjarmangu       3.525.000 M3 /      9.165.000 ton

3. Kecamatan Karangkobar      25.002.500 M3 /    65.006.500 ton

4. Kecamatan Pagentan            13.142.500 M3 /    34.170.500 ton

5. Kecamatan Wanayasa          23.267.500 M3 /    60.495.500 ton

Potensi tambang batu granit yang dikelola oleh Perusda Kabupaten Banjarnegara seluas 1.250 m2.

Upaya exploitasi batu granit dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti peningkatan kualitas jalan utama kabupaten agar dapat dilalui alat angkut berat.

Analisa kebutuhan sarana prasarana untuk melakukan exploitasi batu granit sbb. :

A.   Pembukaan lahan tambang dengan  :

1. Jalan rolak 1 Km dari lokasi tambang

2. Pembebasan lahan tambang

3. Alat pengeruk

  1. Perizinan
  2. Rekruitmen tenaga kerja

B. Transportasi : sarana prasarana jalan memenuhi syarat untuk truk-truk pengangkut

C. Kebijakan Pemerintah : Kemudahan Birokrasi dan Perda Tata Ruang

D. Depo Penampungan yang dibutuhkan : Tenaga Keja, Pembebasan lahan, Perizinan dan sarpras internal di lokasi.

ASBES

Asbes digunakan untuk industri, pelapis dinding, kebanyakan digunakan sebagai bubur.

Tersebar di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Bawang dengan jumlah deposit sebesar 1.575.000 M3 dengan Berat Terka sebesar 35.781.586 Ton, dan Kecamatan Purwanegara dengan jumlah deposit sebesar 1.010.250 M3 dengan Berat Terka sebesar 22.951.332 Ton.

PASIR KUASA

Terdapat di Kecamatan Banjarnegara dengan jumlah deposit sebesar 254.000 M3 dan Berat Terka 673.100 Ton

LEMPUNG

Digunakan sebagai bahan baku pembuatan genteng, batu bata dan industri keramik.

Tersebar di 9 Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara yaitu sebagai berikut :

1. Kecamatan Mandiraja                     3.136.075 M3 /      46.371.954,47 Ton

2. Kecamatan Banjarnegara                  274.375 M3 /        4.057.077,56 Ton

3. Kecamatan Banjarmangu          187.425.000 M3 / 2.771.381.366,41 Ton

4. Kecamatan Punggelan                       900.000 M3 /       13.307.953,74 Ton

5. Kecamatan Wanayasa                        957.500 M3 /       14.158.184      Ton

6. Kecamatan Karangkobar                    951.500 M3 /       14.069.464,43 Ton

7. Kecamatan Kalibening                        242.750 M3 /         3.589.450,86 Ton

8. Kecamatan Pagentan                          906.200 M3 /       13.399.630,75 Ton

9. Kecamatan Pejawaran                        318.720 M3/          4.712.790,02 Ton

OKER

Terdapat di Kecamatan Purwanegara dengan deposit 1.250.000 M3 dengan Berat Terka 554.038.331 Ton. Digunakan dalam industri cat, karet, plastik.

BATU TULIS / SLATE

Dengan jumlah deposit 147.000 M3 dan Berat Terka 376.320 ton, terdapat di Kecamatan Purwanegara dan digunakan sebagai bahan bangunan.

ZEOLITE

Digunakan sebagai industri pengolahan limbah, terdapat di Kecamatan Mandiraja dengan jumlah deposit sebesar 1.102.500 M3 dan Berat Terka 2.866.500 ton.

ANDESIT

Digunakan sebagai bahan bangunan dan ornamen dinding, dengan jumlah total deposit 42.760.206 M3 dan Berat Terka 111.176.535 ton. Tersebar di 5 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Sigaluh                          6.874.366 M3 /  17.873.351,60 ton

2. Kecamatan Banjarnegara               3.523.000 M3 /    9.159.800       ton

3. Kecamatan Kalibening                  32.143.500 M3 /  83.573.100      ton

4. Kecamatan Karangkobar                    195.015 M3 /       507.039      ton

5. Kecamatan Pagentan                             24.325 M3 /         63.245     ton

PASIR DAN BATU (SIRTU)

Digunakan sebagai bahan bangunan dengan jumlah total deposit sebesar 5.012.400 M3 dan Berat Terka 13.032.240 ton, tersebar di 7 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Banjarnegara          835.000 M3 / 2.171.000 ton

2. Kecamatan Purwanegara           201.500 M3 /    523.900 ton

3. Kecamatan Sigaluh                      404.200 M3 / 1.050.920 ton

4. Kecamatan Wanayasa             1.527.500 M3 / 3.971.500 ton

5. Kecamatan Kalibening             1.949.500 M3 / 5.068.700 ton

6. Kecamatan Pejawaran                   85.000 M3 /    221.000 ton

7. Kecamatan Batur                                9.700 M3 /     25.220 ton

BREKSI

Digunakan dalam industri bahan bangunan, terdapat di 3 Kecamatan yaitu :

1. Kecamatan Banjarmangu 235.488 M3

2. Kecamatan Pejawaran        43.978 M3

3. Kecamatan Punggelan        34.594 M3


Selasa, 30 Maret 2010 09:49

Potensi Investasi Sektor Pariwisata

Peluang Investasi Pariwisata Banjarnegara

Terbuka Lebar


Banjarnegara adalah salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah dan destinasi kedua setelah Candi Borobudur. Dilihat dari peluang investasi bidang pariwisata, di Kabupaten Banjarnegara terdapat beberapa obyek yang sangat potensial untuk dikembangkan baik itu wisata alam, wisata buatan (artificial object) maupun wisata budaya, dan kesenian. Bidang agrobisnis juga ikut memberikan citra pertanian.

Cukup banyaknya obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Banjarnegara otomatis diikuti oleh potensi yang terdapat di dalamnya. Secara umum, obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Banjarnegara masih memerlukan banyak sentuhan dan penambahan fasilitas sarana atau prasarana pendukung demi kenyamanan dan daya tarik lebih bagi wisatawan yang datang. Di halaman ini akan memberikan gambaran singkat mengenai apa saja yang bisa dikembangkan atau bahkan berinvestasi di sektor pariwisata Banjarnegara berdasarkan fenomena ataupun kondisi alamnya.

Tentunya, gambaran tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi para investor maupun pelaku industri pariwisata sehingga tergerak untuk berinvestasi dalam rangka turut membangun dunia wisata di Kabupaten Banjarnegara.


KAWASAN WISATA DATARAN TINGGI DIENG

Kawasan ini merupakan dataran tinggi yang menawarkan panorama eksotis yang perpaduannya hanya dimiliki oleh kawasan di Kabupaten Banjarnegara.Berasal dari kata Dihyang yang artinya sangat tepet dengan pola kehidupan masyarakat yang menciptakan suasana disiplin spiritual kuat sehingga nuansa spiritual berpadu dengan pola kehidupan dan tempat-tempat eksotis di kawasan ini.Dataran Tinggi Dieng memiliki hawa sejuk karena terletak pada ketinggian 2.000 m diatas permukaan laut dan berjarak 55 km dari kota Banjarnegara.Dieng memiliki luas 110 Ha merupakan tujuan wisata Nasional dan Internasional.Perpaduan unik antara budaya dan alam menawarkan wisatawan suatu suguhan yang hanya bisa ditemukan di kawasan in.Di Kawasan Wisata Dataran Tingi Dieng terdapat candi-candi dan berbagai fenomena alam.

SIBIRA

Sibira merupakan singkatan dari 3 lokasi tujuan wisata di Dataran Tinggi Dieng yang selama ini belum dibuka untuk umum , yaitu Sileri, Bitingan dan Rawe. Potensi yang ada di lokasi tersebur menyuguhkan panorama yang eksotis, seperti Kawah Sileri,Air Panas Bitingan dan Curug si Rawe. Sileri merupakan kawah terluas di Kawasan Tinggi Dieng, Bitingan merupakan sumber air panas debit tinggi. Sedangkan Curug Si Rawe merupakan air terjun yang di dalamnya terdapat air panas dan dingin.

Kelompok Candi Arjuna dan Candi Gatotkaca


Kelompok Candi Arjuna dibangun pada 809 M, peninggalan sejarah yang merupakan Candi Hindu tempat bermeditasi para leluhur.Kelompok candi tersebut terdiri dari Candi Arjuna , Candi Semar , Candi Srikandi , Candi Puntadewa dan Candi Sembrada. Candi-candi tersebut di bangun dalam waktu yang tidak bersamaan.


Candi Gatotkaca merupakan satu-satunya candi yang mampu bertahan dari proses alam dibandingkan candi-candi lain dalam kelompok ini: yaitu Candi Sayekti, Candi Petruk , Candi Antareja , Candi Nakula Sadewa dan Candi Nalagareng.Nuansa spiritual sangat terasa di sekitar candi yang berdiri kokoh dan masih utuh untuk ukuran candi bersejarah.







Curug Genting, Curug Mrawu, Mata Air Panas Giri Tirta (0)

“Tiga Pesona di Satu Desa”

Potensi wisata Desa Giritirta Kecamatan Pejawaran sungguh mempesona. Di desa yang terletak sekitar 33 km di utara ibu kota Kabupaten Banjarnegara ini terdapat empat obyek wisata sekaligus yang bisa dinikmati pengunjung dalam satu lokasi. Untuk menuju obyek wisata ini, dari Desa Giritirta menuju obyek pertama dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 kilo meter, di sana telah menanti Curug Genting, air terjun perawan dengan ketinggian sekitar 70 meter yang menawarkan pemandangan eksotis.

Satu kilometer dari Curug Genting terdapat sumber mata air panas Giri Tirta. Airnya terlihat kuning, deras dan sedikit bergejolak menandakan mata air hangat ini tetap stabil debit airnya, meskipun kemarau panjang sedang melanda. Mengakhiri perjalanan, sekitar 1 kilo meter dari lokasi lokasi ini telah menungu Curug Mrawu yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter. Curug ini nantinya aliran airnya akan menyatu dan menjadi sumber utama sungai Mrawu.

Jalanan menuju masing-masing obyek berupa jalan setapak dan pematang kecil yang membelah sawah dan ladang sayur petani. Namun rasa capai menyusuri jalan itu hilang seketika setelah sampai di lokasi dan menyaksikan keindahan alam yang terhampar di depan mata. Pesona Curug Genting dan Merawu telah memikat siapapun yang datang, sehingga ingin kembali dan datang lagi. Dua sumber mata air panas belerang kuning pun menambah indahnya bebatuan di Sungai Merawu. Sungguh, tiga pesona yang menyatu di satu desa.








Alamnya Indah, Airnya Membuat Awet Muda

Bagi Anda pecinta wisata air, belumlah lengkap jika belum berkunjung ke obyek wisata air terjun Sikopel atau lebih dikenal dengan Curug Sikopel di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan. Obyek wisata air terjun ini menawarkan panorama alam yang sejuk dan indah. Tentu sangat cocok bila menikmatinya bersama keluarga, teman atau kerabat untuk menghabiskan libur akhir pekan, sembari sesekali mencoba kesegaran air yang berhulu di Kawah Sileri ini.

Bahkan tidak ada salahnya Anda merasakan dinginnya air Curug Sikopel ini sembari berendam, membiarkan seluruh tubuh basah oleh air. Karena menurut warga setempat, air di curug ini dipercaya dapat membuat awet muda. Pada masa kepemerintahannya, Bupati kharismatis Banjarnegara R. Aria Soemitro Kolopaking, konon

pernah bersemedi di gua yang berada persis berada

di balik air terjun.

Saat bersemedi itulah, Beliau mendapatkan kopel kuda, atau tali pengatur kendali kuda. Maka itulah, air terjun itu diberi nama Sikopel. Demikian dituturkan Kepala Desa Babadan, Turno tentang legenda Curug Sikopel. Cerita itu berkembang di tengah masyarakat setempat secara turun temurun.

Pemandangan lain yang bisa dinikmati adalah keberadaan kera-kera liar di sekitar curug, meski kadang kera-kera itu tidak muncul. Selain itu, dibalik curug terdapat goa yang di dalamnya terdapat tikus putih yang jarang ditemukan di manapun. Hewan pengerat unik itu bersarang di goa di balik curug.

Pada hari-hari libur banyak pengunjung yang datang dan terkadang membawa pulang air curug yang dimasukkan ke dalam jerigen atau wadah khusus. Kesegaran air Curug Sikopel menjadi sugesti tersendiri bagi yang meminumnya. irnya segar alami, badan cape jadi ilang!” kata Purwanto, pengunjung lokal yang datang dengan teman-temannya. Selain wisatawan lokal Banjarnegara, wisatawan dari sejumlah daerah dan kota besar juga kerap datang untuk menyaksikan keindahan Curug Sikopel.

Tidak begitu sulit untuk mencapai lokasi curug. Dari kota Kecamatan Pagentan, perjalanan ditempuh sekitar setengah jam dengan jarak kurang lebih tujuh kilometer. Selama perjalanan menuju Desa Babadan, Anda akan menikmati pemandangan alam khas pedesaan. Memasuki pintu gerbang Curug Sikopel, sudah terdengar suara gemuruh air terjun yang memiliki ketinggian 70 meter dengan kedalaman sekitar sepuluh meter itu.

Ketika menuju air terjun, jika beruntung Anda akan melihat sekawanan kera yang berada di jalanan dan lahan pertanian milik warga tengah mencari pakan. Anda bisa memberi makanan kepada kera-kera itu, namun hal itu tidak mudah dilakukan. Karena begitu kera-kera melihat manusia, mereka akan lari menjauh. (mujipras).


Curug Pitu, Air Terjun Tujuh Tingkat


Curug Pitu merupakan obyek wisata alam dengan daya tarik utama berupa air terjun yang berjumlah tujuh buah curug secara bertingkat dari atas ke bawah. Maka itulah, air terjun ini diberi nama “Curug Pitu”. Terletak di Desa Kemiri Kecamatan Sigaluh Banjarnegara. Kurang lebih setengah jam perjalanan dari Kota Banjarnegara ke arah timur (Wonosobo).

Curug ini sangat indah. Selain bagus untuk rekreasi seluruh keluarga, juga cocok sebagai arena camping. Di dekat curug Pitu juga ada curug lain yang bernama Curug Kemiri. Gugusan tujuh tingkat air terjun dari atas ke bawah ini sangat indah. Dari curug pertama (tingkat I), kita bisa menyaksikan air terjun dengan debit air yang cukup besar. Di kanan kiri adalah hutan yang masih asri yang didominasi tanaman keras. Banyak juga pohon durian.

Jika kita ingin melihat curug di atasnya, kita harus mendaki jalan setapak di kanan jalan. Ada anak tangga yang cukup memudahkan mendaki. Setiap sekitar 50 meter, curug kedua dan seterusnya sudah menanti. Di curug teratas (tingkat tujuh), pemandangan lebih eksotis lagi karena keenam curug di bawahnya terlihat indah bak kaki-kaki bidadari yang lembut menjuntai.

Untuk mencapai obyek wisata ini cukup mudah, namun lebih nyaman dengan menggunakan kendaraan sendiri, terutama roda dua (sepeda motor) agar sampai persis di gerbang curug. Dari Kota Banjarnegara kita berkendara ke arah timur sekitar 10 kilometer sampailah di pertigaan Desa Sigaluh. Ambil jalan kanan, mulailah menyusuri jalanan desa yang halus dengan udara yang segar, dengan jarak tempuh sekitar 7 kilo meter. Tak jauh dari Balai Desa Kemiri, kita bisa langsung menikmati keindahan dan kesegaran Curug Pitu.

.sumber Humas, Setda Banjarnegara

Selasa, 30 Maret 2010 09:48

Potensi Investasi Sektor Perikanan

Kabupaten Banjarnegara sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra perikanan air tawar. Dari Sub sektor perikanan telah mampu menghasilkan produk perikanan yang cukup  berkualitas baik benih ikan ataupun ikan konsumsi. Dengan pengairan yang lancar ditambah dengan adanya Bendungan Panglima Besar Sudirman, perkembangan usaha perikanan semakin maju pesat. Meski tidak mengandalkan debit air bendungan tersebut, tapi juga adanya peresapan (sumber air) yang mengalir terus sehingga musim kemarau tidak berpengaruh sekali dalam pembudidayaan usaha perikanan air tawar.

Jenis usaha perikanan yang menjadi andalan ialah :

1. IKAN GURAMI

Osphronemus gouramy adalah nama latin dari ikan gurami, mempunyai bentuk yang lebar dan pipih. Ikan yang muda memiliki moncong yang meruncing, dengan 8-10 pita melintang (belang) di tubuhnya. Jika beranjak dewasa warna-warna ini memudar, dan kepala ikan akan membengkak secara tidak teratur.

Jenis ini mempunyai rasa yang enak dan cocok untuk  lidah semua orang tanpa kecuali, juga mempunyai harga jual yang stabil serta kecenderungan untuk naik. Jenis ikan ini sangat diminati masyarakat baik untuk konsumsi sehari-hari maupun untuk dinikmati pada acara-acara/perayaan tertentu dan ikan gurami juga dapat di jumpai dirumah makan/restaurant. Dagingnya padat, durinya besar-besar dan rasanya enak. Gurami hampir selalu tersedia di restoran, untuk dijadikan pelbagai macam masakan terutama gurami bakar dan gurami asam-manis. Ikan ini berharga cukup mahal. Komoditi unggulan ini merupakan agro bisnis yang memiliki angka pasar luas dan potensial.

Di Kabupaten Banjarnegara budidaya ikan gurami bisa dijumpai di :

a. Kecamatan Bawang dengan luas kolam 50,96 Ha dan kapasitas produksi 318,20 ton

b. Kecamatan Purwanegara, luas kolam 55,56 Ha, kapasitas produksi 225,00 ton

c. Kecamatan Rakit, luas kolam 37,56 Ha dan kapasitas produksi 191,40 ton

d. Kecamatan Wanadadi, luas kolam 31,17 Ha, kapasitas produksi 125,60 ton

 

2. IKAN LELE

Mempunyai nama latin Clarias Batrachus adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki "kumis" yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.

Budidaya ikan lele di Kabupaten Banjarnegara tersebar di :

a. Kecamatan Purwanegara dengan luas kolam 55,56 Ha dan kapasitas produksi 180,00 ton

b. Kecamatan Bawang dengan luas kolam 50,96 Ha dan kapasitas produksi 108,50 ton

c. Kecamatan Mandiraja, luas kolam 15,65 Ha, kapasitas produksi 88,30 ton

d. Kecamatan Rakit, luas kolam 37,56 dan kapasitas produksi 87,10 ton

 

3. IKAN PATIN

Ikan patin (pangasius hipothalmus) merupakan ikan konsumsi budi daya ikan air tawar unggulan. Keunggulan ikan patin, dagingnya gurih, mengandung banyak lemak, dan tidak banyak duri. Harganya yang stabil dan cukup tinggi membuat usaha budidaya ikan patin ini menjanjikan keuntungan.

Di Kabupaten Banjarnegara ikan jenis ini tersebar di beberapa Kecamatan, antara lain :

a. Kecamatan Bawang dengan luas kolam 50,96 Ha dan kapasitas produksi 65,70 ton

b. Kecamatan Rakit, luas kolam 37,56 Ha, kapasitas produksi 29,00 ton

c. Kecamatan Purwanegara, luas kolam 55,56 Ha, kapasitas produksi 26,80 ton

 

4. IKAN NILA

Nama latin dari ikan nila adalah Oreochromis niloticu, atau Nile Tilapia dalam bahasa Inggris. Tubuh berwarna kehitaman atau keabuan, dengan beberapa pita gelap melintang (belang) yang makin mengabur pada ikan dewasa.

Budidaya ikan ini, di Kabupaten Banjarnegara terdapat di :

a. Kecamatan Purwanegara dengan luas kolam 55,56 Ha dan kapasitas produksi 132,90 ton

b. Kecamatan Bawang, luas kolam 50,96, kapasitas produksi 108,50 ton

c. Kecamatan Mandiraja, luas kolam 15,65 Ha, kapasitas produksi 81,10 ton

d. Kecamatan Rakit, luas kolam 37,56 Ha, kapasitas produksi 77,10 ton

 

Selasa, 30 Maret 2010 09:47

Potensi Investasi Sektor Peternakan

Pembangunan pada sub sektor Peternakan diarahkan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak guna mencukupi kebutuhan protein hewani asal ternak bagi masyarakat, di samping itu juga ditujukan untuk menunjang peningkatan komoditi ekspor. Dalam rangka upaya peningkatan komoditi ekspor. Dalam rangka upaya peningkatan produksi dan mutu ternak telah ditempuh melalui kegiatan Inseminasi Buatan (IB) yang dilaksanakan di delapan wilayah.

1. Domba Khas Batur.

Di Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara yang memiliki suhu 15 ºC dan terkenal dengan sentra sayur mayurnya  ternyata telah ditemukan satu jenis domba khas  ex Tapos yang merupakan tipe bulu dari Australia. Domba khas ini bisa berbobot dua kali lipat domba lokal yaitu antara 60 – 80 kg  dan bobot maksimal 140 kg serta berbulu lebat dan halus. Keunggulan spesifik tersebut membuat harga ternak tinggi mencapai antara 600 ribu hingga 1, 5 juta rupiah ( harga domba lokal Rp.300.000 – Rp.600.000 dengan berat badan rata-rata 40 kg.).

Hasil penelitian mahasiswa Fakultas Peternakan Undip tahun. 2002 membandingkan  masing-masing 30 petani ternak domba khas Batur dan domba jenis lokal memperoleh kesimpulan rata-rata  dengan kepemilikan 10 ekor domba khas Batur petani mendapatkan keuntungan per tahun Rp.2.861.840. Jumlah tersebut jauh diatas penghasilan yang diperoleh petani ternak domba jenis lokal dengan rata-rata kepemilikan 4 ekor sebesar  Rp.318.641,-

Saat ini Domba Batur tidak hanya ada di Kecamatan Batur saja namun sudah berkembang di Kecamatan sekitar yang beriklim dingin/sejuk seperti Kecamatan Wanayasa, Pejawaran, dan Kalibening. Domba yang semula berjumlah 10 ekor (tahun 1984) saat ini sudah menjadi 4.857 ekor  (tahun 2002)

Domba Batur tidak hanya tipe pedaging , bulunya yang tebal dapat diolah menjadi benang wool sebagai bahan tekstil. Namun potensi ini belum dapat dijalankan secara optimal dikarenaka terbatasnya teknologi yang dimiliki.

2. Sapi jantan Kereman/Penggemukan.

Usaha peternakan sapi dengan sistim penggemukan, dua jenis sapi Brahma dan Simental dikembangkan di Kecamatan Wanayasa, Kelibening dan Karangkoar. Dengan dukungan pakan yang sehat sapi tumbuh pesat, hanya perlu waktu tujuh bulan, sapi siap jual. Dengan keuntungan bisa mencapai 200 %. Usaha ternak sapi jenis ini dibagi dalam dua jenis usaha, yaitu : berupa  ternak sapi jantan kereman dan jenis sapi pembibitan.

Usaha ini berpeluang untuk penyediaan bibit unggul , hal tersebut semakin termotivasi dengan kian gencarnya pertanian organik yang dikembangkan di setiap sentra pertanian , sehingga kotoran sapi juga memiliki nilai ekonomis.

Sentra penggemuka sapi saat ini berada di wilayah Kecamatan Pejawaran,Pagentan,Bawang,Karangkobar,Kalibening dan Wanayasa.Jenis sapi yang dikembangkan yaitu Simental dan FH. Populasinya mencapai 4.55 ekor dengan produksi 1.00 ekor per tahun. Kendala yang dihadapi saat ini adalah usaha ini masih diangap sambilan. Padahal, apabila dikelola dengan teknik dan menejemen yang profesional akan menghasilkan bibit dan produksi yang jauh lebih optimal.

Sistim yang digunakan oleh petani ternak sapi ini dengan cara sistim gaduh, dimana hasilnya 60 % untuk petani penggaduh dan 40 % untuk investor.

3. Kambing

  • Lokasi penyebaran kambing terdapat di seluruh Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, dengan tingkat populasi ternak kambing tertinggi di Kec. Wanayasa 22.758 ekor, Kec. Pagentan 17.203 ekor dan Kec. Karangkobar 14.628 ekordan Kec. Punggelan 14.056 ekor.
  • Total populasi ternak kambing di Kabupaten Banjarnegara 178.879 ekor.

Keunggulan :

Faktor kemudahan :
1. Jalur Propinsi
2. listrik
3. Air Bersih
4. Peternak Trampil
5. Lahan yang dapat di gunakan/di sewa.




Selasa, 30 Maret 2010 09:46

Potensi Investasi Sektor Pertanian

Pembangunan pada sektor pertanian diarahkan pada upaya peningkatan mutu, produksi dan pemasaran hasil pertanian serta mengembangkan usaha tani terpadu guna memantapkan swasembada pangan, memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, meningkatkan komoditi-komoditi ekspor, komoditi bahan-bahan industri dalam negeri, meningkatkan taraf hidup petani, mendorong perluasan dan pemerataan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja serta mendorong peran serta swasta untuk mengembangkan potensi pertanian.

1.  S alak

Kabupaten Banjarnegara sebagian besar tanahnya merupakan  lahan kering, dengan keadaan alamnya berbukit,  sangat cocok untuk usaha pertanian tanaman salak yang merupakan komoditas andalan dan telah dikenal di berbagai daerah. Tanaman salak lokal didaerah ini  sudah terkenal sampai keluar daerah karena rasanya yang manis dan masir. Namun dengan berkembanganya sektor pertanian saat ini, populasi salak lokal sudah berkurang dan digantikan dengan salak pondoh yang rasanya lebih manis serta  mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan salak lokal.

Tanaman salak terdapat di 18 Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara ( kecuali Kec. Rakit dan Kec. Batur), namun Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah Kecamatan Madukara (135.958,2 ton), Kecamatan Banjarmangu (26.522,3 ton), Kecamatan Pagentan (18.474,7 ton) dan Kecamatan Sigaluh (5.584,9 ton)

- Kapasitas produksi salak Kabupaten Banjarnegara 193.662,1 ton / tahun

- Jumlah tanaman yang produktif di Kabupaten Banjarnegara 12.651.800 pohon

Jenis Salak ada 2 Macam Yaitu Jenis Lokal dan Pondoh dengan perbandingan jumlah  tanaman 50:50 %.
Setiap hari produk salak Banjarnegara di kirim ke Jakarta, Jawa Barat dan Surabaya.

2.  K entang

Usaha Tani Kentang di Kabupaten Banjarnegara sudah di usahakan oleh petani sejak lama dan berlangsung secara turun-temurun. Pengusahaan
dilakukan secara modern dengan tingkat intensifikasi yang tinggi.


- Lokasi Penyebaran :

Tanaman Kentang terdapat di 4 Kecamatan antara lain Pejawaran (luas panen 3.510 Ha dengan produksi 50.400 ton), Batur (luas panen 4.564 Ha dengan produksi 74.001 ton), Wanayasa (luas panen 352 Ha dengan produksi 8.908,5 ton) dan Kalibening (luas panen 8 Ha dengan produksi 108 ton)

- Kapasitas produksi kentang Kabupaten Banjarnegara 133.417,5 ton/tahun.

- Luas panen tanaman kentang Kabupaten Banjarnegara 8.434 Ha

Kabupaten Banjarnegara yang mempunyai ketinggian lebih dari 1.000 meter diatas permukaan laut serta hawanya yang  dingin sangat memungkinkan untuk tanaman kentang berkembang dengan baik.


Kerjasama yang diharapkan berupa pendirian pabrik pengolahan kentang.


3. Jamur Tiram

Jamur tiram sebagai bahan  makanan yang berkhasiat menambah kekuatan fisik, komposisi senyawa yang terkandung dalam jamur tergantung pada jenis dan tempat tumbuh jamur tersebut, tetapi pada umumnya memiliki kandungan protein yang tinggi, rendah lemak sehingga lebih aman dikonsumsi..

UD Alam Sejahtera membudidayakan jamur tiram ini dikelompokkan dalam 5 segmen yaitu : 1. Pembibitan, 2. pembuatan media/substrat tanam, 3. Penumbuhan budidaya, 4 Penanganan pasca panen , 5. Pemasaran dan penjualan (jamur segar/olahan)

UD Alam Sejahtera memfokuskan usaha pada segmen pertama ,kedua dan kelima.

4.  Jagung

Kabupaten Banjarnegara cukup Potensial dalam menghasilkan Jagung. Jenis Jagung yang di usahakan oleh para Petani ada 2 jenis yaitu Lokal dan komposit Hibrida.

- Lokasi Penyebaran :

Jagung terdapat di 20 Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara, namun Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah Kecamatan Purwonegoro (14.585 ton), Kecamatan Pagentan (13.306,40 ton), Kecamatan Pejawaran (12.901,80 ton) dan Kecamatan Wanayasa (10.897,10 ton)

- Kapasitas produksi jagung Kabupaten Banjarnegara 92.859,92 ton / tahun

- Luas panen jagung Kabupaten Banjarnegara 25.792 Ha

5.  Ubi Kayu

Kabupaten Banjarnegara sangat potensial di bidang Ubi kayu.

- Lokasi Penyebaran :

Tanaman ubi kayu terdapat di 19 Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara (kecuali Kec. Batur), namun Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah Kecamatan Purwonegoro (92..545 ton), Kecamatan Bawang (34.689 ton), Kecamatan Punggelan (25.984,55 ton) dan Kecamatan Mandiraja (18.260,50 ton)

- Kapasitas produksi ubi kayu Kabupaten Banjarnegara 243.296,75 ton / tahun

- Luas panen ubi kayu Kabupaten Banjarnegara 11.142 Ha

6. Durian

- Lokasi Penyebaran :

Tanaman Durian terdapat di 13 Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara (Kec. Susukan, Pwj. Klampok, Mandiraja, Purwonegoro, Bawang, Banjarnegara, Sigaluh, Madukara, Banjarmangu, Wanadadi, Punggelan, Pagentan dan Pandanarum), dengan Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah Kecamatan Banjarmangu (7.693 kwt), Kecamatan Purwonegoro (1.537 kwt) dan Kecamatan Sigaluh (1.154 kwt).

- Kapasitas produksi durian Kabupaten Banjarnegara 15.860 kwt / tahun

- Jumlah tanaman durian yang produktif Kabupaten Banjarnegara sebanyak 24.224 pohon



Selasa, 30 Maret 2010 09:45

Sarana Penunjang Infrastruktur

Isi Sarana Penunjang Infrastruktur

Sarana & Prasarana

1. Perdagangan

Jumlah Pasar di Kabupaten Banjarnegara tercatat 23 yang terdiri dari Pasar Umum 20, Pasar Hewan 2 dan Pasar Buah 1.



2. Koperasi

Koperasi memegang peranan penting dalam perekonomian kerakyatan khususnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Jumlah Koperasi di Kabupaten Banjarnegara tercatat 293 Koperasi. Jenis Koperasi terbanyak yaitu Koperasi Untuk lebih menggerakkan kehidupan berkoperasi bantuan modal dari pemerintah sangat dibutuhkan terutama dari kredit BUMN.



3. Pendidikan dan Kebudayaan

Banyaknya Sekolah di Kabupaten Banjarnegara dari TK sampai dengan SLTA sebanyak 1.370 sekolah. Sektor pendidikan sangat diperhatikan mengingat pentingnya untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal, dan diharapkan dapat membangun daerahnya.



4. Kesehatan dan KB

Sarana dan Prasarana sangat dibutuhkan sebagai upaya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam peranannya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.
Di Kabupaten Banjarnegara tempat pelayanan kesehatan tersebar merata di seluruh Kecamatan, baik itu Puskesmas, Pos Obat Desa, Pondok Bersalin (Polindes) dan Posyandu.





5. Panjang Jalan

Panjang jalan Kabupaten tercatat sepanjang 710,747 Km2. pembangunan sarana jembatan dan jalan terus diupayakan untuk memperlancar transportasi warga.


6. Angkutan Darat

Kendaraaan bermotor merupakan sarana transportasi yang penting di Kabupaten Banjarnegara seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat. Jumlah kendaraan bermotor meningkat dari tahun ke tahun baik itu kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.


7. Pos

Sarana perhubungan dan komunikasi khususnya jasa Pos sangat diperlukan untuk segala jenis kegiatan. Pembangunan sarana kantor Pos di upayakan di tiap kecamatan.


8. Hotel dan Pariwisata

Jumlah Hotel di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 9 yang semuanya merupakan Hotel Non Bintang. Lokasi hotel berada di kecamatan kota yaitu Kecamatan Banjarnegara.

Sumber : DINAS INDAGKOP, DIKNAS, DISKES, DPU, DISHUPAR Banjarnegara


Selasa, 30 Maret 2010 09:36

Sambutan Bupati Tentang Investasi

Satu kepuasan bagi saya karena dapat menyajikan informasi tentang potensi dan peluang investasi diBanjarnegara pelu anda ketahui bahwa kekayaan alam melimpah serta banyaknya potensi lainnya dapat dikembangkan di Kabupaten Banjarnegara.

Selaku Kepala Daerah saya juga meyakinkan pada anda bahwa berinvestasi di Kabupaten Banjarnegara adalah satu langkah usaha yang mudah, murah, aman dan menguntungkan.

 Keterbatasan dana yang tersedia mengakibatkan belum sempurnanya insfrastuktur yang ada dan secara bertahap hal tersebut akan terus dibenahi untuk menunjang terciptanya iklim kondusif bagi dunia investasi di Kabupaten Banjarnegara. Saya optimis karena :

  1. Dengan berlakunya Undang-Undang NOMOR 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dimana daerah diberi kawenangan yang sangat luas dan dapat menentukan kebijakannya sendiri dalam hal ini dibidang investasi
  2. Penerapan One Stop Service yang sudah lima tahun ini dilaksanakan akan memudahkan dan membantu anda berinvestasi di Kabupaten Banjarnegara.

Salah satu strategi Pembangunan Kabupaten Banjarnegara ke depan disamping melalui optimalisasi sumber dana pembangunan dari Pemerintah juga diarahkan melalui investasi pihak swasta baik dalam maupun luar negeri. Berkenaan dengan itu Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memberikan kesempatan dan akan membantu serta memberikan kemudahan kepada investor yang berminat menanamkan modalnya, baik untuk mendayagunakan potensi yang ada maupun dalam penyedian fasilitas umum di Kabupaten Banjarnegara.

Berinvestasi di Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu pilihan yang tepat, karena Kabupaten Banjarnegara mempunyai keunggulan dalam berinvestasi, yaitu sebagai berikut :

-          Akses Lokasi Kabupaten Banjarnegara yang strategis, Banjarnegara bisa diakses melalui jalan darat. Dari arah timur setelah Kabupaten Wonosobo melalui jalur tengah dari jaln propinsi Jawa Tengah , dari arah barat setelah Kabupaten Purbalingga jalur alternative bisa ditempuh dari Kabupaten Pekalongan dan dari Kabupaten Kebumen menuju arah utara.

-          Memilki potensi sumberdaya alam yang dibutuhkan dalam mendukung Investasi,

-          Kemudahan dalam pengurusan perizinan

-          Penyediaan Lahan

-          Tersedianya tenaga kerja yang melimpah dan tranpil yang mendukung Investasi,

-          Lingkungan yang bersih dan sehat serta daerah aman untuk berinvestasi

 Penyusunan informasi melalui website ini dilakukan untuk mendukung upaya tersebut. Saya harapkan informasi ini dapat dijadikan panduan bagi investor yang berminat menenamkan modalnya di Kabupaten Bnajarnegara. Selamat datang di Banjarnegara. Selamat Berinvestasi. Kami siap membantu anda.

 Salam,

Sutedjo Slamet Utomo, SH. M.Hum

Halaman: 2 dari 35

Kuliner Khas Banjarnegara

leye soto  Kacang Jenang purwaceng dawet ayu
You are here